Saturday, December 13, 2008

Saatnya untuk Menjadi Dewasa

Peristiwa beberapa waktu yang lalu serasa membuatku malu akan apa yang kujalani. Aku bercermin dalam cermin yang baruk yang untungnya ku sadari. Aku melihat sisi lain sebuah peristiwa yang ku alami.

Pada saat itu aku hanya bisa diam dan melihat yang  terjadi. Kemudian aku memikirkannya betapa tidak bijaknya hal itu. Tapi sikapku pun tidak banyak membantu. peristiwa itu telah terjadi, satu oran telah tercoreng, dan dipermalukan. Aku merasa serba salah dengan sikap yang ditentukan. Bermuka dua, itu adalah kata-kata yang sangat tepat untukku.  Aku melihat walaupun hatiku meronta.

Mungkin sudah saatnya aku menjadi dewasa. ditambah lagi suara kecil di telingaku selalu membisikkan akan datangnya hari baru yang menambah usiaku. Semakin hari aku merasa dituntut untuk semakin dewasa. Namun, disisi lain, sisi keegoisanku menentangnya.

Orang bilang pertarungan dalam diri itu adalah pertempuran yang paling hebat. Pertempuran untuk mengalahkan diri sendiri. Dan konon orang besar lahir dari kemampuan dirinya untuk melawan keegoisannya.

Wednesday, December 10, 2008

sesak itu datang lagi

Aku sudah merapikan semua ruang yang ada. Tapi ketika gelitikan tetangga membuat aku ingin kembali melihat ruang hampa itu. Saat aku masuk, seketika dadaku sesak. Maka kembalilah hancur rumahku.

Sunday, November 30, 2008

Kado Mungil dari si Kecil

Tadi pagi seorang teman memberikan kado kecil terbungkus kertas koran yang sudah lumayan lusuh padaku. “Titipan buatmu dari anak 2008” katanya.
“Hem, siapakah yang memberikan kado untukku pada hari yang bukan special” batinku. Selembar surat pun tertempel di atasnya. Setelah ku baca baru ku tahu siapa dan kenapa.

Wita, ingatanku pada anak ini adalah fisiknya yang tidak begitu kuat. Saat ospek beberapa kali terpaksa beristirahat di “sarang” panitia. Tapi kenapa aku? Aku hanya membantu panitia lain yang bertugas di p3k. Entah, aku tidak mau memikirkannya terlalu jauh. Apa yang dia berikan ku anggap sebagai ketulusannya berterimakasih. Dan untuk itupun aku berterimakasih padanya karena mengingatku tanpa ku harus mengingatkannya untuk ingat padaku. Satu pilihan yang dia buat pada hidupnya.

Ingatanku kemudian beralih pada Dila, Anggi (atau Angun?!)dan Sufyan. Ketiganya adalah adik angkatku. Memang di acara ospek ini setiap mahasiswa baru harus mempunyai 4 kakak angkat dari panitia. Dan panitia mempunyai adik angkat maksimum 5. Adik angkatku yang lain adalah Ajeng dan Anggun. Sebagai kakak angkat seharusnya mempunyai suatu kewajiban untuk mendukung adik-adiknya dalam kehidupan barunya. Menceritakan pengalaman, saran demi kemajuan mereka. Bukan hanya sekedar untuk menjadi seorang kakak yang seusai acara cuek terhadap apa yang telah disepakati.

Menjadi kakak adalah menjadi panutan, menjadi contoh yang baik. TIap orang memang tidak pernah sempurna dan memiliki kesalahan. Namun, kesalahan itu tdak perlu dicontohkan yang membuat si adik menjadi bersikap sama dan mengulangi kesalahan kakaknya. Dan mungkin petuah itu adalah satu kado lain untuk renungan adik-adikku menjadi dewasa.

Saturday, November 29, 2008

Wibawa tak pernah sama dengan sombong

Kesombongan hanya akan menyisakan sisi perih hidup manusia dimana orang tunduk padanya hanyalah seorang penjilat pencari kekuasaan. Apa yang harus disombongkan atas hidup yang bukan sepenuhnya milik kita. Atas suatu kekuasaan yang diamanatkan pada kita.

Bibit-bibit itu kembali muncul bagai jamur di musim hujan. Mereka ada dan tertanam, pada suatu saat mereka akan muncul, tumbuh dan melepaskan sporanya untuk tumbuh di tempat lain. Bibit-bibit kesombongan itu.

Seorang anak tanpa dosa pun akan belajar banyak dari orang tuanya. Jika orang tuanya mengajarkan dia dengan penuh kasih, niscaya dia akan belajar mengasihi. Namun, jika orang tuanya mengajarkannya dengan kesombongan, dia akan tumbuh menjadi orang yang tingi hati dan bangga diri.

Haruskah aku menjadi orang yang bukan diriku? Ketika orang-orang tidak ada yang di pihakku aku tetap berdiri di satu pihak yang ku anggap itu benar. Aku tetap memilih menjadi orang besar dengan caraku sendiri.

Friday, October 31, 2008

Ujian, Video, Geodeta, Minded

Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk...........

berasa kepala mau pecah, bener-bener pengen pecah..." tau pecahnya jadi berapa...

Banyak banget yang gw pikirin untuk sat ini,
1. Jelas ujian gw yang ga tau kenapa gw juga agak ga konsen dengan masalah ini. Untung aja ada seseoran yang sudi temenin gw balajar mpe jam 3 pagi...
2. Video, Dosenku bilang Geodeta yang nanganin dokumentasi pembukaan rangkaian kegiatan 50 tahun Geodesi, wah gila makin banyak jadwal yang harus diatur..
3. Geodeta harus punya alamat email dan web! wah harus manage lagi neeh...
4. Minded, Astaga sekarang akulah pantianya... Bagaimana sibuknya diriku...

semoga aja bisa membuatku lebih baik dan tingkatkan nilai-nilaiku...

Saturday, October 25, 2008

Segelas Kopi Hangat


Segelas kopi hangat ini yan dihidangkan teman-teman Geodipa sesaat setelah kami keluar dari mulut gua..

Gw emang kebelutan pengen ikutan caving (susur gua) ke gua cermai masih di sekitar Jogja (gw ga tau itu daerah apa)yang diadain ma Geodipa (BSO yang bergerak di bidang pecinta alam di Jurusan gw).

Gw berangkat habis isya sekitar setengah 8 malem dari kampus dan sampe sekitar jam 9 malem. Sejenak setelah istirahat diadakan perkenalan, dari geodipanya dan juga pesertanya. Setelah itu buat ngisi energi saat caving kita dikasih makan. Setelah itu pengarahan saat caving 'n persiapan berangkat menuju mulut gua.

Peserta dibagi jadi 2 kelompok dimana tiap kelomok punya 2 pemandu. Ditengah ada p3k dan tentu dipaling belakang juga ada temen-temen dari geodipa yang siap menunggu. Jadilah gw masuk gua sekitar jam 1/2 12 malem.

Ga lama setelah turun gua, gw denger suara kepicak air. "wah, langsung terjun ke aer neh...." batin gw.. Wadhup gw sempet bingung, coz gw ga bisa berenang, ditambah badan gw yang kurang tinggi dan katany lagi aernya ada yang mpe setinggi dada. Halah bisa tenggelem ni.. Jadilah gw megang erat-erat temen gw, lagian gw juga suka parno kalo ada cacing ato apapun binatang yang mengerayangi gw saat itu.

Tapi ternyata caving itu menyenangkan. Walaupun gw kesandung stalakmit n kejedug stalagtit toh gw masih tetep bisa keluar dari gua itu. Dilalemnya bagus banget. Gw seneng c ngeliat kristal-kristalnya..berasa giman gitu....

Setelah hampir sampai mulut gua temen-temen geodipa menghentikan ekspedisi untuk beberapa saat dan mereka mulai menyanyikan himne dan mars merea. dilanjutkan lagu syukur yang dunyanyikan ma semua anggota. Wah berasa banget. Keliatan banget kebesaran Tuhan.

Trus nyampe di mulut gw, gw brasa pengen balik lewat jaln tadi aja, coz jalan yang ini nanjak banget. Udah gitu bertangga-tangga. Habis itu turunan tajam. Aduh nguras tenaga banget. Badan berasa kotor, coz basah karena air campur lumpur. Belum lagi ditambah udara dini hari (kita keluar gua sekitar jam 2 pagi) yang dingin bikin badan tambah merinding. Rasa risih banget pengen mandi dah menyerang gw.

Setelah mandi dan balik ke tempat awal ngumpul, gw ditawarin segelas kopi penghangat badan dan penghilang kantuk. Walaupun sebagai penghilang kantuk, tetep aja gw ngerasa ngantuk banget. Sampe-sampe gw mau jatoh pas balik naik motor. Hal itu gara-gara angin sepoi yang enak banget buat tidur dan juga rasa capek yang melanda semua badan ini.

Ga cuma itu aja, gw bawa oleh-oleh baju kotor. Pas gw cuci kaos gw sobek. waktu gw liat celana jeans gw juga sobek bagian pantatnya.. ampun dehhh.... ternyata caving membawa kerusakan bagi baju-baju gw...

Nah, itu seeh sebagian pengalaman caving gw... yang laen??? banyak seeh cuman gw ngantuj banget..jadi sekian dulu. Terima Kasih...

Tuesday, October 14, 2008

HOT!!!

Panas....

Jogja panasnya bukan maen.........Gila.........Gw ga bisa bobo kalo gag pake kipas angin, yang ga tau kenapa kalo dimatiin pas dinyalain ikutan ngadat.

kenapa sih jogja mesti sepanas ini. Ujan baru berapa hari, panasnya minta ampun. Udah gitu akunya juga ikutan males. Buktinya, nawaitu mau genet buat cari tugas, eh alhasil godaan buat posting malah lebih besar.

hehehe...tapi dengan berakhirnya posting, berakhir pulalah perjalanan gw di dunia maya buat kali ini. Besok mungkin gw bakal past lagi, walopun post yang ga penting. Oya, tadi bu koz gw bilang besok kamis, listrik bakal mati dari pagi mpe malem.. wah, ginep tempat c om lagi neeh...skalian makan gratizzz, hehehehe.....

Saturday, October 11, 2008

sejauh apa aku melayang, sedalam itu aku terluka

Sejauh apa aku melayangkan perasaanku maka sedalam itu aku terluka. Luka yang hanya akan menjadi borok lain dalam hatiku. Aku kembali memendam perih ketika melihat apa yang hanya akan menjadi anganku. Seketika itu juga aku lumpuh menghadapi kenyataan.

Astaga...Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Ini terjadi lagi. Padahal aku telah ingatkan berkali-kali untuk tidak terjatuh kembali. Apa yang salah padaku??

Ketika aku mendapatkan kesempatan bertemu dan bercanda, aku yakin sepenuhnya kunci itu akan ku dapatkan. Tetapi begitu aku membuka lebar mata dan otakku, sepenuhnya aku sadar dia tak pernah merasa memegang kunci itu. Lalu bagaimana aku harus memintanya untuk menyerahkan kunci itu. Kunci dari pintu yang selama ini menjadi sumber penyakitku.


Rasanya aku ingin menyerah saja. Aku tak tau kapan pastinya aku bisa terlepas darinya. Kapan aku bisa meruntuhkan pintu itu tanpa membukanya...

Friday, October 10, 2008

Feel stupid

Uaw.....Gw ngerasa bodoh banget bebrepa hari ini. CUma gara-gara sesuatu yang bisa dibilang agak ga penting buat diri gw!!!

Huff kenapa yah kadang gw ngerasa hidup gw lebih bagus dari hari kemaren, tapi habis itu ga ngerasa hidup gw ancur banget! Tapi kadang kegilaan gw bikin gw bilang "ah, hidup gw mesti jalan terus dengan atau tanpa dia" Untuk "dia" siapa aja termasuk dalam hal itu.

Gw ngerasa hidup gw punya 2 sisi yang unik buat dinikmati (tentu aja yang bisa nikmati cuma gw doang, oranglain ga isa). Kaang gw ngerasa jadi orang cuek yang bepedoman, "hidup gw ini, mau apa gw yang tanggung resikonya" Untuk hidup yang ini kaang banyak terjadi kekocakan dalam hidup gw yang bikin gw bisa senyum-senyum sendiri di jalan (right, mirip orang gila.

Sisi yang lain itu sisi serius gw dengan pedoman hidup "hidup itu mesti terarah dan terencana" Nah, disini gw jadi orang yang bisa dibilang pemarah pemurung, pemikir (bukan memikirkan hal gila tentunya), pokonya sesuatu yang kadang bikin gw illfeel ma diri gw sendiri.

Lha kok isa? Ya iyalah bisa. Kadang gw merasa gw punya kepribadian ganda. Tapi kadang gw ngerasa ah,itu hanya ada dalam pikiran dek Luthvi saja.

Tapi satu hal yan lagi gw pelajarin, gw harus bisa tersenyum dalam situasi apapun walopun kadang senyum yang menyakitkan hati. hehehhehehe....:)

Mimpi tadi Siang

Ga tau mikirin apa, tapi yang pasti mimpiku siang ini adalah salah satu dari mimpiku yang aneh. Kenapa aneh, karena siang ini aku memimpikan orang yang aku harapkan ada di mimpiku. Orang yang hanya bisa aku temui lewat mimpi itu.

Almarhum Eyang kakungku. Iya, dia yang ku mimpikan. Berasa Kangen banget waktu ketemu beliau. Dimana keadaan masih seperti dulu. Benar-benar seperti dulu. Aku adalah satu-satunya cucu yang beliau miliki. ORang termuda dalam keluargaku. Dan biasanya orang yang terkasih. Sedangkan tanteku yang paling kecil, dia masih sendiri. Belum bersuami seperti saat ini, jadi aku masih nyaman untuk bertengkar mulut dengannya. Lalu ngambek, yang nantinya reda setelah diajak jalan-jalan Eyang Kakung tanpa tanteku.

Mimpiki siang tadi seperti mengingatkanku pada diriku yang dulu, aku marah aku nbilang marah, aku senang aku bilang senang. Tidak seperti sekarang. Aku banyak berbohong pada diriku sendiri. Tapi setidaknya sekaran aku makin dewasa ketimbang diriku di tahun-tahun sebelumnya.

Tapi mimpiku tadi siang tidak sama seperti apa yang pernah aku lalui dengan Eyang Kakungku itu. Di mimpiku, beliau masih seperti dulu, namun ada yang lain yang aku tak atu apa itu. Apa mungkin itu yang dirasakan Beliau saat ini ketika melihatku dari alam sana? Apakah aku bukan menjadi cucunya yang "nomor satu" seperti beliau menjulukiku dulu?

Sudahlah, itu mimpiku siang ini. Sekarng toh aku harus hidup lagi. berjuang untuk masa depan yang lebih baik dan menjadikan diriku menjadi lebih dewasa lagi.

Wednesday, October 8, 2008

God, i'm really in love

"Mati gue..." itu kata-kata pertama yang keluar dari mulut gw waktu ngeliat sesosok orang itu... Orang yang selama ini pengen banget gw temuin pas gw pulang. Buat mastiin gw sms dia...

"Sombong banget sih, sampe2 smsku gag dibales.."
"ga juga biasa aja. Kamu dimana sekarang?" bales dia
"di terminal"
"terminal mana? cilacap? aku lagi di pos sekarang"

Akhirnya gw ketemu dia. Gila! Sebelum gw salaman ma dia gw sms Ria "ri,*****, ri" sumpah tangan gw gemeter abis. Mungkin kalo ada yang liat, mua gw merah kali ya, untungnya warna muka gw gag gampang berubah kecuali gw lagi sakit. Berasa melebur waktu itu......... Trus kita ngobrol, gw sambil nunggu bis gw berangkat. Sesekali dia nyenggol tangan gw. Dan gw cuma bisa bilang "apapan c ***,masa polisi kek gitu" tapi sebenernya di hati gw "please ***, lu bisa bikin gw tambah ngelayang lagi. Please stop it."

Akhirnya di akhir gw bisa ketemu dia. Moga aja gw bisa tetep ketemu sama orang itu...

Kenapa gw masih ngerasa sesuatu yang beda waktu gw ngeliat, ngomong berinteraksi langsung sama dia.. Gw masih ngeras ga ada orang yang lebih baik dari dia secara keseluruhan. Gw bisa terima dia apa adanya dirinya.

Ga tau apa yang indah dari dirinya. Yang jelas gw sampe saat ini masih bilang kalo dia yang paling sempurna. No body perfect. Tapi di mata gw dia yang paling sempurna diantara jenis adam yang lain..

Dia tau gag ya? Kalo tau apa dia juga berasa yang sama?Gw kek orang gila kalo gini. Padahal ini udah berlangsung lama. Harusnya gw udah biasa terhadap rasa kek gini. Tapi kenyataannya gw ga biasa..

Hari-hari gw sekarang ini lagi kembang-kembang. Subur banget....Tapi kata orang semakin kita terbang tinggi, jatuhnya makin sakit. Gw cuma bisa berharap, gw ga akan jatuh, kalaupun gw jatuh, gw nemu pohon yang siap nerima badan gw ini.

Monday, September 22, 2008

Ucapan dari yang terluka

Andai aku bisa melepaskannya. Aku tak menyangkal dia telah berdua. Dan aku sadar sepenuhnya, mungkin aku tak bisa bersamanya. Bukan menjadi yang kedua, tapi yang pertama. Akulah yang menemukan dia untuk pertama kali. Sakitnya harus ku tahan hingga kini. Sakit yang semakin lama membusuk di dalamnya.

Andai ada yang bisa membantuku. Aku tak ingin menangis lagi. Aku sudah cukup banyak menghabiskan air mataku untuknya. Jika ada yang bisa, bantu aku membunuhnya. Membunuh bakteri yang menyebabkan aku tak bisa tidak merasakan sakit. Aku sakit jika aku mengingatnya. Aku dibuatnya gila. Perasaanku mati seketika. Tubuhku lemas, jantungku terlalu bersemangat untuk berdetak.

Dia, orang yang menyebabkan segalanya ini. Sampai kapan aku harus menderita sakit ini. Sampai kapan aku menjaganya. Aku mencoba dan mencoba untuk menghilangkan rasa itu. Namun, dia hanya akan menghilang sepintas, lalu dia membandel kembali lengket di benakku.

Aku sadar ini salah. Aku tau ini berlebihan. Tapi aku memang menginginkannya.
Tak pernah sabar hatiku untuk memilikinya. Tapi aku haris tetap menunggu. Terkadang aku hanyut dalam lamunanku unuk mengingatnya, samapai akhirnya aku sadar akau akan lebih remuk jika ku jatuh. Dan secara perlahan ku hapus semua khayalanku tentang dirinya. Dirinya yang selalu memenuhi diriku jika aku terdiam.

Andaikata kamu tau, aku masih tetap berharap banyak padamu

Jogjakarta, 10 Juli 2008

Jogjakarta, 10 Juli 2008
Aku patah hati untuk yang kesekian kalinya oleh orang yang sama. Ya, orang itu. Orang yang selalu aku pikirkan, ironisnya dia yang selalu membuatku marah dan kehilangan akal sehatku.

Sampai kapan aku harus memaafkan dirimu atas segala hal yang telah kau lakukan, hal yang di luar kemauanmu menyakitkan diriku. Sampai kapan aku bisa tetap tersenyum dalam menghadapimu? Sampai kapan aku bisa bertahan.

Terkadang aku mulai ragu dengan anganku untuk memilihmu sebagai temanku. Teman selamanya dimana aku bisa menumpahkan semua rasaku padamu. Namun terkadanga ada satu kekuatan yang meakinkanku bahwa memang kamu satu-satunya teman terbaik yang nantinya akan ku dapatkan sebagai permintaanku.

Sekali waktu aku berusaha untuk tetap bertahan dengan semua yang ada. Ok, hari ini aku akan katakana selamat tinggal, tapi besok, nanti atau bahkan 1 detik setalah aku mengucapkan itu, aku akan berkata aku tak mampu melupakanmu. Dan aku memang tak mau melupakanmu. Walau akhirnya memang kamu bukan untukku, tapi kamu dalah kenangan terindah, satu kenangan yang pernah ku dapat sebagai bukti bahwa hatiku masih bisa hidup untuk bisa merasakan pahit. Sampai saat itu aku merasa cukup bijak bahwa membunuh perasaan dan membarkannya melupkan suatu kenangan yang terpahit pun adalah tindakan yang bodoh yang nantinya akan menikam diriku dari belakang, karena aku sadar bahwa sesering apapun aku mencoba melupakanmu, maka sesering itu pula aku mengingatmu dan tenggelam pada masa laluku.

how did I fall in love

Aku benci dengan perasaan ini. Ini membuatku tak mampu berfikir jernih. Ini membuatku gila….
Andaikan aku bisa memilih, aku memilih membencinya daripada aku harus mencintainya dan hanya berharap dia merasakan yang sama…
He never knows about this feeling. Aku menyimpannya. Hanya menyimpan tanpa mau ku buka. Perasaan itu rapuh, aku takut terluka kembali. Lukanya sudah cukup dalam tanpa harus ditambah dengan sayatan-sayatan lain.
Aku menyudahinya. Aku takkan mau mencinta lagi. Cukuplah satu luka di balik semua ketangguhanku.

Dia menangis di hadapanku saat dia menceritakan itu. Dia teramat takut akan sesuatu yang bernama cnta yang terlanjur dia rasakan. Dia menginginkan aku untuk membunuh cinta itu tanpa harus membunuhnya..

Kaulah yang bisa membantuku. Bunuhlah perasaanku ini, jika dia akan menyakiti semua yang berhubungan denganku termasuk dirimu

Akupun tukut akan membunuh perasaannya. Dia yang teramat dekat denganku. Dia yang merasakan apa yang kurasa. Aku takkan mau membuat orang menjadi tak berperasaan. Tapi dia begitu tersiksa dengan perasaannya. Andaikan dia dapat hidup tanpa mengingat semua perasannya. Seandainya dia hidup tanpa perasaan, mungkin aku takkan mengenalnya dan mengikuti alur hidupnya. Dan mungkin satu permasalahan yang rumit ini takkan pernah ada.

Mengantuk itu Selalu Merugikan

Ngantuk itu ngerugiin. Mau bukti?
  1. 1. Ga boleh nyetir kalo ngantuk. Kenapa? Udah banyak bukti kalo nyetir pas ngantuk pasti resiko kecelakaan lebih gede.
  2. 2. Kalo kuliah ngantuk, tidur. Pelajaran gag masup yang ada malah diusir dosen buat cuci muka, itu yang paling ringan. Beban moralnya kalo dah tidur, trus ngiler…Wah…gw no comment deh kalo itu, yang jelas sih bakalan malu abizz.
  3. 3. Kalo ngantuk itu biasanya gag connect. Orang mao bilang apa juga kalo kitanya dah ga connect pasti ditanya apa jawabnya yang laen.

Nah, kalo gw pribadi ngalamin ngantuk yang ke-3. Sepagi waktu gw mo’ bli makan saur (gw saur jam 3 pagi bukan jam 3 malem), gw ketemu ma orang yang penampakannya kurus, tinggi, item, pala rada botak, mirip banget temen gw. Gw pikir itu si wahyu (nama temen gw).
Trus gw iseng ajah manggil dia “mas cepetan mas..”
Dianya jawab, “iya mba..”

Nah dari situ gw bisa liat mukanya pas noleh. Ajip…ternyata bukan si wahyu. Malu banget gw, mana banyak orang lagi di situ….
Berasa pengen masup ke dalem bumi saat itu juga!!!
Dan itupu segera berlalu. Pas gw mao bayar, si penjualnya bilang “6000 mba..”
Dengan cekatan gw ngasih duitnya dan nunggu kembalian. Ternyata si ibunya bilang lagi “6000 mba, ini masih 5000.” Wadhow….,asa terjadi lagi seeeh………….
Trus gw bilang ajah “o ya bu, maaf ketuker.” Gw sibuk nyari duit dan membatin, “mampus gw kalo gw ga bawa duit lebih, lagian kemana seeh duit 10.000 gw?” Tapi ternyata Tuhan masih saying gw, dan terambillah diit 1000 pas di kantong gw, lega…lega…

Itu gara-gara gw nguantuk banget. Pas jalan aja kek berasa tidur…Gila saur hari itu memalukan. Untung ajah orang-orang yang berniat jahat padaku gag muncul malem itu kalo mereka muncul tambah malulah gw….

Friday, September 5, 2008

Sepi

Aku kembali merasa sepi di tengah hingar-bingar kehidupan
Aku merasa sendiri di dalam kerumunan orang
Merasa tak dihiraukan mereka
Merasa terasing dari mereka

Sisi lain hidupku bicara aku sendiri yang membuat semua keadaan seperti ini
Ini harapanku
Tapi apakah itu harapan jika aku merasa sendiri, terasing, terabaikan
Tidak aku hanya mengalami cobaan yang sama
Harusnya aku bisa untuk lebih sabar dalam semua ini

Aku manusia
Mungkinkah ini salah satu pelajaran terbaik bagiku
Aku sadar aku berlumur kesalahan
Aku yang membuat hatiku keras bagai batu
Hanya aku yang bisa melepaskan rasaku
Aku yang bisa mengusir rasa yang seperti hantu di kamarku yang gelap

Met Puasa

Halah puasa udah jalan 5 hari baru ngucapin met puasa...

Tapi mending telat ketimbang nggak sama sekali,

Gw tau gw bukan orang yang lepas gitu ajah dari dosa, tapi seenggaknya gw orang yang masih inget dosa, jadi gw minta maaf banget ma orang-orang yang pernah tersakiti oleh gw, gw sengaja ato enggak...

The last met puasa bagi yang menjalankan, moga amal ibadahnya diterima, buat yang engga selamat menikmati senja yang semakin ramai (coz banyak orang ngabuburit)

Friday, August 29, 2008

Ruang kosong

Aku masih ragu pada yang ku lakukan saat ini. Aku tau aku takkan pernah berhasil untuk jujur pada diriku sendiri, walaupun semua hal tersebut telah aku ketahui. Aku hanya tak mau mengakui bahwa aku memang membutuhkan orang lain untuk membuka ruang kosong itu. Terlebih lagi aku tak mau mengakui bahwa hanya ada satu yang bisa membuatnya terbuka.

Aku bahkan tak bisa menjawab satu pertanyaan dari hatiku sendiri, kenapa aku membiarkan ruang itu kosong selama ini. Harusnya ruang itu telah terisi. Beberapa sudah berusaha memasukinya. Namun, kenyataannya ruang itu tetap dibiarkan kosong. Aku tak tau mengapa aku belum bisa membuka ruang itu.

Andai saja aku bisa meminta kunci yang selama ini dipegangnya. Andai aku mampu bicara kembali padanya. Andai aku masih punya sedikit tenaga untuk menemuinya. Memikirkannya saja menguras habis semua energi dalam tubuhku. Buat aku lemas tak berdaya.

Seluruhnya hampir rumtuh dalam tubuhku. Hanya ruang itu saja yang masih tetap kokoh berdiri, namun terluka terkunci dan kosong. Bilakah sang pemilik akan kembali dan membuka ruang tersebut. Ruang yang selama ini membuatku tertatih menahan lukanya. Ruangan yang sebenarnya ingin aku rubuhkan karena lukanya.

Aku berhayal bila ruangan itu terbuka, aku pasti akan bisa membangun seluruh ruangan lagi untuk membuatnya lebih baik. Aku bahkan berkhayal andai saja ada orang yang bisa membantuku untuk membuka ruangan itu dan membangun ruangan lainnya.

rumahku

Kemarin aku bermimpi tentang sesuatu yang tak penah ku khayalkan sebelumnya. Aku memimpikan kebahagiannku. Apa artinya hingga kini pun aku tak mengerti. Aku sudah terlanjur kaku untuk dapat menerima satu kebahagiaan itu lagi. Dan kemudian perlahan aku melupakannya.

Ternyata memoriku tak mau bekerjasama denganku. Aku masih tetap menikmati pemandangan itu. Diam-diam masih berusaha memilikinya dan menanamnya di halamanku. Kenapa? Padahal aku tau untuk mencabutnya aku butuh lebih dari tenaga. Akupun sudah cukup terluka dengan semua usaha untuk sekedar menyentuhnya.

Aku menemukan satu sumber air lainnya. Ternyata itupun berada jauh di lahan orang. Sehingga aku hanya bisa melihatnya dari jauh, menahan keinginan untuk meneguknya menghilangkan hausku.

Ah, rumahku kosong. Tak ada apa-apa yang dapat menyengkan aku. Tapi aku bersyukur aku masih dapat berlindung dari sengatan matahari dan tusukan air hujan. Hanya aku berharap ada satu lagi kebahagiaan di rumahku. Kebahagiaan yang akan menjadi api malamku, air hidupku, dan bunga hatiku.

Tuesday, August 26, 2008

TEGAS

Tegas, apa sih artinya tegas itu? Apa tegas harus berarti keras dalam menghadapi segala sesuatu? Kalo bukan kenapa aku sulit untuk menhadapi ketegasan tanpa kekerasan?

Aku bingung harus gimana menghadapi hal itu. Tanggung jawabku berat, tapi kenapa mereka seperti meremehkan tanggung jawabku.. Aku marah, tapi bingung harus marah pada siapa...

Yang ku tau aku belum mampu untuk menanggung semua tugas yang dibebankan padaku.

Friday, August 22, 2008

turun lagi

yah, nilaiku turun lagi, yang kemungkinan drastis lagi....

huhuhu........padahal aku dah pengen naik loh...dah pengen dan dah berusaha, tapi coz satu n lain hal jadilah nilai ku turun, tapi gapapa. pengalaman bilang kalo nilaiku sekarang turun, berarti nilai ku setelahnya bakalan naik, amin...

yah, semoga aja bisa buat pelajaran. lagi pula tahun ini aku pegang tanggung jawab besar terhadap satu organisasi.

semoga aja aku bisa jalanin semua tugasku better...

Monday, August 11, 2008

laper....

Ga tau kenapa akhir-ahkir ni gw sering banget telat makan. Asemmmm lambung gw jadi naek dan jadinya maag gw kambuh yang menyebabkan gw sakit peyut yang bertubi-tubi datangnya....

Ngomong-ngomong makan, gw kemaren nemu warung makan yang jual nasi lengko, tapi herannya kok khasnya banyumasan. Padahal nasi lengko itu khasnya tegal! Bangga gitu gw peranakan tegal banyumas yang lahir di cilacap! (apaan sehh.....)

Nah gw tau warung itupun dikasi tau temen gw yang emang hobbynya jalan-jalan puter-puter jogja (tepatnya hobby jalan2 ke amplaz). TRus gw pengen nyoba, yawdah gw beli nasi lengko + ayam goreng. smuanya habis 10ribu. Trus, karena itu warung berbunyi khas banyumasan, so ga salah dunk kalo gw cari mendoan di situ? harga 1 mendoannya 700, yah gw pikir itu beneran mendoan, tapi cuman mungkin dipotong jadi 2. tApi yang gw dapetin ternyata hanyalah sebuah tempe goreng pake tepung! aih-aih...kalo gini sih di angkringan atopun di warung burjo juga ada!

HIks...nasib gw. Dah ngeluarin duit segitu tapi ternyata ga memuazkan... yah, hidup ni penuh dengan cobaan, tapi kalo ga dicoba ga pernah tau. so, ga da salahnya nyobain hal yang baru kan...

all about nasi lengko karga

Sebagian orang mungkin belum tau nasi lengko. Apaan sih itu? Itu nasi...

Gw makan nasi lengko di Tegal,  gw sebut ajah nama rumah makannya yah. Namanya tuh RM KARGA, moga ajah yang punya ni Rm ngasih gw duit iklan (hehehehe....ngarep banget sih gw?)

Jadi nasi lengko itu nasi diatasnya dikasi bawang goreng (khasnya orang tegal tuh nasi putih atopun bubur pasti dikasi bawang goreng, biar tambah yummi...), trus ada ketimun, taoge, ma krupuk mie kuning (tapi kok gw ngerasa di jogja susah banget nyarinya hiks..). Trus masih ada bumbunya. Bumbunya tuh dari cabe, bawang, dikasi kacang dikit, trus (mungkin bagi yang suka) dikasih tauco buat bau-bauan gitu. Nah yang jelas bumbunya tu di goreng pake minyak biz buat goreng ayamnya. Yah walopun agak ga sehat, tapi itu nambah rasa loh beneran...

Trus, pelengkapnya sih ayam goreng + lalaban + sambel goreng + sambel kecap (gw biasa pesen paha, swear ayamnya gede loh, dan itu ayam kampung lagi!).  Trus minumnya tuh es jeruk. Percaya deh lu pesen 1 es jeruk dapetnya 2 gelas. Biz mereka bikinnya tuh 1 gelas penuh aer jeruk, trus digelas laen itu isinya es. trus mereka tuang 1/2 gelas aer jeruk itu ke esnya... enak bangat pokoknya!!

bagi yang ga doyan nasi lengko disana juga nyediain sup gitu. yah gw juga ga tau pasti menu lain di sana. Coz gw kalo ke sana cuma pesen es jeruk, nasi lengko ma ayam doang c...

Nah bagi yang pengen coba, jauh sih...di Tegal.. Tepatnya di jalan raya Adiwerna (kalo lewat pantura keknya kelewatan deh, tapi lu harus masuk kota tegalnya setelah slawi dari arah barat ke timur)..

Gw lum punya poto makanannya, coz gw juga dah lama ga ke sono... Tapi bagi gw c enak-enak ajah, gada salahnya kan i cobain... :)

sebenernya aku...

Lelah.

Itu kata-kata pertama yang akan keluar dari mulutku untuk beberapa hari ini.. ya, aku lelah dengan semuanya. semua yang bikin aku kesel...

Dari awal aku hanya bisa berharap bahwa ini semua bisa jadi sesuatu yang baru buatku. Tapi yang dari dulu bermasalah denganku adalah caraku bergaul. Caraku berkelompok.

Ok dari dulu aku punya masalah sama yang namanya bertemen. aku punya banyak aturan dalam bertemen, makanya temenku ga banyak.

Menyesal?
Ga lah, aku ambil positifnya ajah. mereka belum kenal dekat denganku. Toh sampai sekarang terbukti aku masih punya 2 orang yang memang bisa menerimaku apa adanya..

so, lets do it again....

Wednesday, July 2, 2008

LIBURAN AND KENYATAAN

Libur tlah tiba, harusnya gitu bunyinya, tapi ternyata liburanku ga dateng-tang. Bukan hari libur yang ku tunggu, hanya libur dengan berbagai masalah. aku tahu aku takkan pernah bisa lari dari masalah, dan bukanlah hal yang bijak untuk berpaling dari masalah.

Mungkin hanya otakku saja yang terlalu banyak berfikir. Dan perasaanku terlalu peka merasa.

Ketakutanku mulai menampakkan dirinya di hadapanku. Ketakutan akan kenyataan yang akan ku terima dan harus ku pertanggungjawabkan. Tapi peri kecilku berkata, itu hanya masalah waktu saja, hanya masalah waktu hingga akhirnya aku bisa mengerti, layaknya aku menerima hidupku kini.

Mungkin juga dia benar, karena hanya waktu yang akan menjawab semua, jika tak sekarang, mungkin besok lusa, atau suatu saat entah kapan. Hanya masalah waktu selama kita mencoba menjawabnya.

Saturday, May 24, 2008

Tercipta blog yang baru

Kenapa bikin lagi meskipun ada yang lama??

Gw pingin ganti suasana ajah, meskipun blog ini dibuat susunannya hampir sama kek yang dulu. alasan sebernya sih, biar aku lebih bebas nulis, alasan yang lbih dari itu beloum bisa gw kasih tau di sini.

Tapi yang jelas, mungkin gw lebih bisa bereksperimen pake blog gw yang satu ini...

Hal lain, mungkin bakal terpikir lain kali, karena hari inim minggu ini, bulan ini, adaalah kumpulan waktu-waktu yang memelahkan buat gw tanpa gw harus mikir harus berbuat apa.