Showing posts with label office. Show all posts
Showing posts with label office. Show all posts

Wednesday, January 11, 2012

Jambu (Janji Busuk)

Jambuuuu....Janji janjimu janji busuk..busuk..busuk....

Sepenggal lirik di atas diambil dari lagu dangdut yang pernah saya dengar di suatu tempat. Sebenarnya gak ada yang istimewa dari lagu itu ketika pertama kali saya dengar. Tetapi entah mengapa hari ini lagu itu mengingatkan saya akan suatu janji yang memang akhirnya akan membusuk.

Janji busuk itu sepertinya memang sudah menjadi trend di Indonesia. Bukan hanya oleh para perayu andal yang menjanjikan ini itu pada pasangannya, bukan hanya oleh para petinggi yang menjanjikan ini itu saat kampanye, bahkan oleh beberapa mahasiswa yang berjanji ini itu hanya untuk memuaskan ambisinya.

Tidak sebut merk, tetapi hanya kecewa saja. Bahkan seorang mahasiswa yang seharusnya masih memiliki idealisme yang tinggi mengucapkan "jambu" itu dengan gampangnya.

Akhir tahun ini, jujur saya menunggu sesuatu yang akan hadir sebagai "bingkisan akhir tahun." Saya berharap dapat menilai produk akhir tahun itu dan menjadikan produk tersebut progres dari berlangsungnya program yang dijanjikan. Namun, hingga detik ini saya belum menerima satupun produk akhir tahun itu. Sungguh mengecewakan. Tadinya saya berharap dapat mengubur kekecawaan saya sebelumnya, tetapi ternyata saya salah.

Kalau begitu pilihannya, saya lebih memilih untuk tidak mempercayai apa yang tidak saya percaya dan tidak membiarkannya merusak semua sistem yang telah saya bangun. Lebih baik tak menjanjikan apa-apa daripada kehilangan kepercayaan.

Saturday, October 8, 2011

Curcol Saya Hari Ini

Memahami perbedaan makna mungkin agak sulit bagi sebagian orang. Saya sendiri terkadang mengalaminya. Contohnya, tidak menyiarkan bukan berarti menutupi. Anggaplah keluarga anda sendiri memiliki suatu cacat, bukankah cacat tersebut tak perlu ditutupi ataupun di siarkan pada semua yang tak berkepentingan. Sebuah organisasi juga teradang memiliki kekurangan, tetapi jika kita akan melalukan promosi tentang suatu organisasi bukankah tak perlu untuk menyebarluaskan kekurangan organisasi tersebut? Logikanya adalah jika kita melukan suatu promosi, kita akan mengajak seseorang dengan memperlihatkan daya tarik yang dimiliki organisasi tersebut, bukan malah menyebarkan kekurangan organisasi yang bersangkutan. Kekurangan tersebut seharusnya hanya menjadi problem anggotanya untuk diselesaikan dan dicari jalan keluar yang terbaik.

**ungkapan kekecewaan seorang 'mantan' anggota organisasi tersebut**

Tuesday, January 11, 2011

Toleransi

Sebenernya gw prihatin sama beberapa kebijakan kampus yang menurut gw sedikit tidak berperikemahasiswaan.

Bukankah tiap orang bisa sakit, dan saat sakit bahkan seorang pekerja pun berhak mendapatkan cuti atau libur dengan keterangan surat dari dokter. Seharusnya surat dokter itu bisa menjadi bukti bahwa seseorang memang benar-benar sedang sakit dan harus beristirahat, walaupun tanpa rawat inap.

Ayolah. Mari sedikit menggunakan otak kita. Aturan itu ada bukan untuk dilanggar memang. Namun, bagaimana seharusnya suatu aturan itu dibuat tanpa merugikan pihak lain, dan bagaimana seharusnya mengerti penerapan aturan tersebut. Tak perlulah terlalu saklek terhadap suatu aturan tertentu, buatlah kebijakan terhadap aturan-aturan supaya pelaksanaannya tidak menyusahkan orang lain.

Seharusnya tak perlu ada kasus seperti yang menipa temen gw. Dia dengan surat dokter dinyatakan sakit dan tak bisa mengikuti perkuliahan atau ujian pada hari ini, tetapi ternyata surat pernyataan itu tak bisa digunakan untuk meminta ijin tak mengikuti ujian hari ini dan meminta ujian susulan lain hari.

Gw jadi bertanya, adakah suatu alasan yang lebih masuk akal untuk menolak surat ijin tersebut disamping ketetapan yang mengatur bahwa yang diperbolehkan mengikuti ujian susulan adalah mereka yang sakit dan dirawat di rumah sakit. Seharusnya kita bisa sedikit bertoleransi terhadap hal-hal semacam itu. Gunakan otak dan hati kita untuk menjalankan aturan yang telah di tetapkan. Lebih lagi gunakan otak dan hati kita untuk menentukan suatu keputusan.

Otak mencegah kita untuk dibodohi dan hati mencegah kita untuk berbuat semena-mena terhadap orang lain. Harusnya orang-orang yang memegang kuasa untuk mengambil keputusan mengingat dan mengamalkan hal kecil yang terkadang terlupakan ini. Hal kecil yang bisa disebut TOLERANSI.

Monday, December 13, 2010

Kesasar Jurusan Kuliah

Kemarin gw denger cerita dari temen gw tentang salah seorang mahasiswa baru di kampus gw.

Ceritanya si maba ini salah jurusan masuk di kampus gw. Harusnya dia masuk farmasi. Dia masuk lewat jalur yang gak pake biaya (maksudnya gada uang sumbangan). Karna warnetnya lelet, dia nitip data dirinya yang harusnya di log in ke operator warnet dan minta tolong untuk dimasukin ke jurusan farmasi.

Entah gimana ceritanya ternyata si operator memilihkan jurusan gw ke si maba ini. Jadilah dia mahasiswa baru di kampus gw yang memang sangat bertlak belakang dengan jurusan yang dia pilih. Dia akui agak susah buat ngikutin kuliah di kampus gw. Apalagi dia juga harus ngikutin kegiatan kampus yang bikin badan capek. Tapi katanya "mungkin ini jalan hidup dia."

Aih.....jadi ngerasa waktu awal-awal jadi mahasiswa dengan bejibun aktivitas dan tugas. Mungkin juga ini jalan gw buat kuliah di kampus ini, karna sebenernya dulu gw milih jurusan ini buat ngisi satu pilihan jurusan yang masih kosong di lembar formulir ujian gw. Bingung apakah harus seneng atau sedih.

Thursday, December 2, 2010

Musnahkan saja yang tak perlu

Hari yang cukup melelahkan untuk otak gw. Ketika semua rencana yang tersusun rapi untuk hari ini nyaris hancur berantakan karena beberapa hal yang memang diluar kondisi yang seharusnya.

Tugas mendadak dari dosen. Hal yang sepele jika diberikan 1 hari sebelum hari dikumpulkan. Tapi gw baru tau tugas itu tadi pagi, jam 8 ketika mau kuliah. Padahal tugas (gw artikan) dikumpulin jam 10. Gw sama sekali belum tau apa sih tugasnya. Ternyata tugas itu ada, dan ditempel setelah jam makan siang. Salah gw kah kalau gw kuliah cuman sampe jam 12, yang artinya sebelum jam makan siang? Dan salah gw kah kalo gak tau ada tugas hingga pagi ini gw disms temen yang itu pun ga jelas tugasnya apaan. Rencana kuliah jam 8 dibatalkan buat ngerjain tugas. Karena gw butuh waktu lebih dari 2 jam buat bikin tulisan ilmiah.

Ternyata waktu gw kerjain, udah gw ketik rapi tinggal menambahkan sentuhan akhir salah seorang temen gw dateng dan bilang tugasnya di tulis tangan. Bagus! Padahal jam udah menunjukkan jam 11. Padahal tadi dikampus sama sekali gada keterangan tugas ditulis tangan. Bagus! Kerja 2 kali. Emang tinggal menyalin sih, tapi itukan sama saja menghabiskan waktu yang terbuang untuk menulis ulang. Seolah-olah pengumunam itu tak ada gunanya. Seolah-olah "ruang informasi mahasiswa" itu tak ada. Berita menyebar dari mulut ke mulut. Sungguh cara yang sangat MODERN!

Bukankan sesuatu yang tak berguna sudah selayakna dibuang, dihapus, ditutup? Apalagi kalau yang gak berguna itu sesuatu yang memakan biaya. Bisa sekalian perampingan anggaran bukan?

Sekali lagi saya (atau mungkin lebih tepatnya bisa dibilang kami) kecewa terhadap sistem yang ada. Sungguh lucu melihat sistem yang ada dan tak efisien masih dipertahankan. Sedangkan kami diajar untuk selalu efisien dalam belajar dan nantinya bekerja. Lebih luci lagi jika pelaku utama ketidakefisienan dalam kampus adalah dosen itu sendiri.

Tuesday, November 16, 2010

Protes..protes.....protes....

Gw bingung dengan sistem yang dipake di kampus gw. Gw sedikit gak nyaman dengan berjalannya sistem tersebut. Kalo ini mau disebut protes, silakan saja.

Misalnya gini. Pengumuman tentang aktivitas kuliah setelah adanya libur akibat adanya keadaan darurat engga di upload di web resmi kampus, malah di upload di fb milik salah satu pengurus jurusan. Jadulah kabar aktivitas kuliah yang gw denger serampangan, karena satu jurusan dan lainnya punya kebijakannya sendiri. Bukan gw gak setuju, tapi selama ada situs resmi kenapa mesti harus pake situs pribadi?

Hal yang lain, misalnya dalam libur idul adha kali ini. Tahun ini, ternyata ada 2 versi idhul adha, ada yang merayakan tanggal 16 ada juga yang tanggal 17. SK rektor menyatakan libur akademik tanggal 17 November, tanggal 16 November perkuliahan seperti biasa. Nyatanya? Hari ini dosen yang harusnya mengajar gw gak ada yang masuk. Yang lebih menyebalkan, pengumuman dosen tidak hadir pada hari ini enggak ada, kalaupun ada pengumumannya ada 5 menit sebelum kelas seharusnya mulai. Hal itu bikin mahasiswa terpaksa bolak-balik karna emang ga ada kelas.

Begitulah kampus gw. Atau mungkin harus gw bilang, begitulah birokrasi? Terserahlah. Yang jelas, gw kecewa sama kampus hari ini. Harusnya keadaan yang gak kondusif ini bisa di kondusifkan dengan informasi yang lebih jelas dan tegas, tentunya dengan toleransi di dalamnya.

Thursday, February 18, 2010

Catatan Kecil part 3

Gw kecewa. Merasa bahwa sistem akademik saat ini bukan mempermudah mahasiswa untuk mengambil mata kuliah yang dapat meningkatkan kualitasnya bukan hanya sebagai mahasiswa tetapi juga calon alumni. Gw sendiri dibikin bingung dengan sistem admistrasi yang baru. Bukankah sesuatu yang baru seharusnya dapat berjalan lebih sistematis dibandingkan dengan sistem sebelumnya? Bukankah seharusnya ada antisipasi2 yang terfikirkan jika nantinya terdapat masalah pada sistem yang baru.

Sistem baru ini malah membuat semua semakin kacau. Kerja semakin tidak efisien, karena mahasiswa yang biasanya bisa mandiri dalam menentukan kelas yang akan malah menjadi semrawut karena sistem baru ini. Contoh saja : tidak ada revisi dan jadwal yang terkadang berubah membuat para mahasiswa kalang kabut karena beberapa mata kuliah yang seharusnya tidak bentrok jadwalnya menjadi bentrok. Jadwal mata kuliah pilihan yang sama dengan jadwal mata kuliah wajib mengesankan bahwa tak ada pilihan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah pilihan tersebut. Intinya tak ada mata kuliah "pilihan" mahasiswa, yang ada adalah mata kuliah "pilihan" kampus.

Entahlah, gw berharap semester depan sudah ada penyesuaian terhadap sistem yang baru ini sehingga "kesemrawutan" ini dapat teratasi.

Wednesday, February 17, 2010

catatan kecil part 2

Gw cuman mahasiswa biasa yang lagi berusaha buat menjadi lebih baik. Tapi kenapa malah jurusan mempersulit gw buat dapet pendidikan yang seharusnya? Kenapa dengan sistem yang baru malah bikin mahasiswa bingung?

Dalam mata kuliah yang ditawarkan ada satu mata kuliah yang diambil hanya satu mahasiswa yaitu gw. Menurut jurusan minimal harus ada 10 mahasiswa untuk 1 matakuliah, jika tidak maka mata kuliah itu dibatalkan. Kebetulan mata kuliah yang bersangkutan adalah mata kuliah pilihan.

Ada mata kuliah pilihan lain yang hanya diambil oleh 5 mahasiswa. Karena revisi KRS(kartu rencana studi) tidak diadakan, maka mata kuliah tersebut tetap ada. Tapi gimana dengan nasib mata kuliah yang hanya mempunyai peminat 1 mahasiswa?

Gw udah berusaha untuk tanya dosen wali gw. Dari beliau gw disarankan untuk menghubungi pihak sekretaris jurusan. Gw pun menghubungi sekretaris jurusan. Jawaban yang gw dapet sungguh tidak memuaskan. "Saya belum mengecek ke pengajaran sehingga saya belum bisa memberikan jawaban apa-apa."

Lalu gimana dengan kuliah gw? Sungguh membingungkan sistem administrasi kali ini.

Monday, February 15, 2010

Catatan Kecil part 1

Hari ini awal gw kuliah. Gw berangkat kuliah dengan sisa-sisa semangat yang semalam gw kumpulin kembali setelah hancur berantakan dalam waktu beberapa menit. Lima belas menit sebelum perkuliahan dimualai gw udah sampai di kampus. Segala pikiran tentang peningkatan ip udah ada di otak gw. Gw yang ga mau lagi jatuh dalam kuliah gw.

Sampai di sana suasana sempat ricuh akibat pembagian kelas. Kelas yang gw ikutin ternyata di bagi menjadi 2 kelas. Sedangkan pembagian kelas bisa dilihat pada jam itu juga di pengajaran. Bayangkan hampir 100 anak (atau bahkan lebih?) membanjiri pengajaran yang kira2 hanya muat untuk berdiri 7-8 orang. Sedangkan waktu menunjukkan hampir jam 7 pagi. Hal ini tidak praktis. Kenapa pembagian kelas harus diberitahukan mendadak sebelum perkuliahan dimulai. Sangat tidak efektif.

Saat perkuliahan berlangsung. Gw berusaha buat mendengarkan apa kata dosen gw. Gw gak mau gagal lagi dalam mata kuliah ini. Tapi saat itu terdenger suara gaduh dak-duk-dak-duk palu pada dinding. Apakah jurusan akan membangun atau merombak gedung, gw sendiri kurang paham. Permasalahannya adalah mengapa suara-suara itu sampai mengganggu mahasiswa yang mau belajar untuk menjadi lebih baik akhirnya. Bagaimana jurusan dapat menjanjikan prestasi mahasiswanya akan meningkat jika mereka terganggu belajarnya dengan suara gaduh yang ditimbulkan para tukang untuk merombak gedung. Merusak konsentrasi belajar.

Hal yang sama pada kejadian jam 7 pagi terulang kembali. Kelas kembali di bagi 2 tanpa tau siapa di kelas mana, bahkan sampai beberapa orang diantara temen2 masuk ke kelas yang salah. Gw tetap di kelas itu karena kebetulan gw terdaftar di kelas itu (gw juga baru tahu bahwa gw di kelas itu setelah beberapa temen minta waktu ke dosen yang sudah mengajar buat ngecek siapa2 aja yang seharusnya ada di kelas lain) Kebetulan salah satu dosen yang mengajar pun sedang ke luar negeri tanpa meninggalkan pesan. Padahal beliau biasanya pasti menuliskan pesan untuk mahasiswanya di papan pengumuman, tapi saat itu tidak ada (entah gw yang kurang teliti melihat papan pengumuman atau memang tidak ada). Kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Sebelum kuliah setelah istirahat gw iseng2 liat nilai2 yang terpasang di papan pengumuman. Gw liat beberapa nilai dicoret dan diganti (dengan pulpen lain). Kebetulan ini adalah perubahan yang lebih baik. Hal itu menandakan bahwa jika mahasiswa tidak mau menanyakan nilainya maka nilainya akan tetap jelek, tapi jika dia mau/berani meminta keterangan atas perolehan nilainya itu maka kemungkinan nilainya akan bertambah (kebetulan salah nilai yang diganti itu adalah nilai salah satu temen gw yang sebelumnya menanyakan remidiasi ke gw). Gw gak tau apakah ini hanya kesalahan penulisan yang berdampak pada kesalahan di portal atau memang hanya salah catat.

Gw sangat mengerti tugas dosen yang bukan hanya mengoreksi ujian-ujian mahasiswanya, yang bukan hanya 30-40 orang. Gw sangat mentolerir jika ada kesalahan penulisan yang dosen lakukan dalam pemberian nilai. Seharusnya itu menjadi masalah yang perlu di carikan jalan keluarnya bagi para bapak ibu dosen kita itu. Agar mahasiswa tak lagi menjadi korban (kalau gw boleh bilang ini sebagai) kecerobohan dosen. Dosen tetaplah manusia yang punya lelah.

Catatan kecil untuk mahasiswa (termasuk saya) : "Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberi keadilan." Terkadang kita memang harus menuntut hak kita agar tak tertindas dengan kecerobohan2 orang lain.

Tuesday, August 26, 2008

TEGAS

Tegas, apa sih artinya tegas itu? Apa tegas harus berarti keras dalam menghadapi segala sesuatu? Kalo bukan kenapa aku sulit untuk menhadapi ketegasan tanpa kekerasan?

Aku bingung harus gimana menghadapi hal itu. Tanggung jawabku berat, tapi kenapa mereka seperti meremehkan tanggung jawabku.. Aku marah, tapi bingung harus marah pada siapa...

Yang ku tau aku belum mampu untuk menanggung semua tugas yang dibebankan padaku.

Friday, August 22, 2008

turun lagi

yah, nilaiku turun lagi, yang kemungkinan drastis lagi....

huhuhu........padahal aku dah pengen naik loh...dah pengen dan dah berusaha, tapi coz satu n lain hal jadilah nilai ku turun, tapi gapapa. pengalaman bilang kalo nilaiku sekarang turun, berarti nilai ku setelahnya bakalan naik, amin...

yah, semoga aja bisa buat pelajaran. lagi pula tahun ini aku pegang tanggung jawab besar terhadap satu organisasi.

semoga aja aku bisa jalanin semua tugasku better...