Saturday, December 13, 2008

Saatnya untuk Menjadi Dewasa

Peristiwa beberapa waktu yang lalu serasa membuatku malu akan apa yang kujalani. Aku bercermin dalam cermin yang baruk yang untungnya ku sadari. Aku melihat sisi lain sebuah peristiwa yang ku alami.

Pada saat itu aku hanya bisa diam dan melihat yang  terjadi. Kemudian aku memikirkannya betapa tidak bijaknya hal itu. Tapi sikapku pun tidak banyak membantu. peristiwa itu telah terjadi, satu oran telah tercoreng, dan dipermalukan. Aku merasa serba salah dengan sikap yang ditentukan. Bermuka dua, itu adalah kata-kata yang sangat tepat untukku.  Aku melihat walaupun hatiku meronta.

Mungkin sudah saatnya aku menjadi dewasa. ditambah lagi suara kecil di telingaku selalu membisikkan akan datangnya hari baru yang menambah usiaku. Semakin hari aku merasa dituntut untuk semakin dewasa. Namun, disisi lain, sisi keegoisanku menentangnya.

Orang bilang pertarungan dalam diri itu adalah pertempuran yang paling hebat. Pertempuran untuk mengalahkan diri sendiri. Dan konon orang besar lahir dari kemampuan dirinya untuk melawan keegoisannya.

Wednesday, December 10, 2008

sesak itu datang lagi

Aku sudah merapikan semua ruang yang ada. Tapi ketika gelitikan tetangga membuat aku ingin kembali melihat ruang hampa itu. Saat aku masuk, seketika dadaku sesak. Maka kembalilah hancur rumahku.