Showing posts with label Women. Show all posts
Showing posts with label Women. Show all posts

Saturday, August 16, 2014

Untuk Perempuan

Untuk perempuan dimana pun kalian berada.

Aku, kamu, dia, mereka, kalian, kita yang semuanya adalah perempuan. Aku hanya sekedar mengingatkan, termasuk diriku sendiri. Di balik wajah, warna kulit, bentuk tubuh, pekerjaan, disitu melekat kepribadian kita. Di balik sifat keras kepala kita tersimpan satu kelembutan hati. Dibalik kerapuhan hati, terdapat kekuatan untuk bertahan hidup. Di balik kebaikan perempuan-perempuan lain, terdapat kelemahan mereka masing-masing.

Tidak perlu merasa iri dengan perempuan lain, karena kamu memiliki kelebihan yang dia tidak miliki. Tidak perlu merasa rendah diri dengan dirimu, keluarkan saja dirimu apa adanya, itu akan lebih mudah untukmu menjalani hidup. Tak perlulah menjadi sempurna menurutmu, jadilah dirimu sendiri. Sempurna menurutmu belum tentu sempurna menurut orang lain. Jangan juga terlalu membanggakan diri. Di atas langit masih ada langit, kawan.

Lebih pentingnya lagi, nikmatilah hidupmu. Hidup terlalu berharga untuk menangisi hal yang telah lalu. Banyak hal yang lebih berarti akan datang.


Spesial voor mijn kamergenoot niet te rouwen van een gebroken hart. Je hebt lastige situatie in de kamer.







Sunday, March 17, 2013

When Women Become Lovers

Tiba-tiba aku teringat akan quote dari 2 temanku yang lagi dilanda asmara. Biasanya mereka bakal cerita baik secara sengaja ataupun engga sama orang terdekatnya tentang seseorang yang berhasil mencuri hatinya. Hal ini sering terjadi jika si korban adalah wanita. Yang aku maksud sebagai si korban adalah orang yang hatinya tercuri dan si pencuri itu yang akan selalu ada dalam cerita si wanita. 

Quote dari temen deketku adalah "Si A itu adalah cinta pertama gue, sedang Si B adalah cinta sejati gue." Walaupun kenyataannya kini Si B tidak berhasil menjadi cinta sejatinya. Ini adalah kata-kata yang diucapakan temen dekatku lebih dari 5 tahun yang lalu. Saat itu setiap kali kami mengobrol pasti ada percakapan tentang si B. Si B beginilah, Si B begitulah dan aku hampir mati bosan mendengar ceritanya tentang si B ini. Tambahan lagi saat seorang wanita sedang jatuh cinta biasanya dia tidak bisa melihat kekurangan dari si lelaki, atau kalaupun bisa dia menampik dan memaklumi kekurangan itu. 

Temanku yang lain memiliki quote yang berbeda. "Kenapa sih, tiap sudut kota ini mengingatkanku padanya." 'Nya' yang dia maksud di sini tentulah pacarnya. Padahal dia lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku untuk menjelajah kota ini dari pada dengan pacarnya. Aku sering berjalan-jalan sekedar lebih mengenali gang-gang kecil dan mencari tempat makan berdua bersama temanku ini. Tapi, karena sebelumnya dia berjalan-jalan bersama kekasihnya di kota ini jadilah dia mendeklarasikan bahwa tiap sudut kota ini akan mengingatkannya pada pacarnya itu.

Aku bukannya sirik, aku pun melakukan hal yang sama. Aku menyadari kekurangan orang yang ku suka, tapi aku memakluminya (kali ini hanya untuk diriku sendiri). Aku pun akan bercerita (lebih sering tanpa sadar) tentang dirinya tanpa diminta, dan mengulangi cerita yang sama hingga orang lain akan bosan mendengarnya. Aku akan mengingat tiap sudut yang aku datangi bersamanya dan mengenang apa saja yang kami lakukan di sana bahkan hingga kata-kata apa saja yang terucap dari mulutnya. 

Sedang quote dari aku adalah "Aku bahagia bisa mengenalnya, karna aku bahagia maka aku bersyukur atas tiap detik yang kuhabiskan bersamanya." Dan quote dari kamu?