Sunday, September 30, 2012

Kamu

Hey kamu, iya kamu yang di sana. Sampai kapan sih, aku bisa ngelepasin kamu? Kok ya, kamu mau-maunya mampir ke mimpi aku? Sempet-sempetnya kamu dateng tersenyum dan menghilang.

Kamu, benar itu kamu. Aku tak salah mengenalimu. Sejauh ini memang cuma kamu yang bisa begitu padaku.  Siapa, sih kamu? Kok ya mau-maunya aku mengingat semua tentangmu.

Itu kamu, kamu! Kamu dan semua ceritamu itu melekat erat di otakku. Seperti kertas yang saling tertempel karena lem. Ketika aku coba melepasnya, yang terobek adalah aku.

Lagi-lagi kamu. Kok ya sempat-sempatnya malam-malam begini aku menulis hal begini tentangmu. Kok ya sempat-sempatnya aku memikirkanmu di antara tugas dan skripsi yang menunggu untuk dijamah. Tapi memang saat ini kamu yang memenuhi pikiranku.

Sudahlah, toh besok mungkin aku akan bertemu kamu. Seperti katamu, "dinikmati aja."