Monday, September 22, 2008

Ucapan dari yang terluka

Andai aku bisa melepaskannya. Aku tak menyangkal dia telah berdua. Dan aku sadar sepenuhnya, mungkin aku tak bisa bersamanya. Bukan menjadi yang kedua, tapi yang pertama. Akulah yang menemukan dia untuk pertama kali. Sakitnya harus ku tahan hingga kini. Sakit yang semakin lama membusuk di dalamnya.

Andai ada yang bisa membantuku. Aku tak ingin menangis lagi. Aku sudah cukup banyak menghabiskan air mataku untuknya. Jika ada yang bisa, bantu aku membunuhnya. Membunuh bakteri yang menyebabkan aku tak bisa tidak merasakan sakit. Aku sakit jika aku mengingatnya. Aku dibuatnya gila. Perasaanku mati seketika. Tubuhku lemas, jantungku terlalu bersemangat untuk berdetak.

Dia, orang yang menyebabkan segalanya ini. Sampai kapan aku harus menderita sakit ini. Sampai kapan aku menjaganya. Aku mencoba dan mencoba untuk menghilangkan rasa itu. Namun, dia hanya akan menghilang sepintas, lalu dia membandel kembali lengket di benakku.

Aku sadar ini salah. Aku tau ini berlebihan. Tapi aku memang menginginkannya.
Tak pernah sabar hatiku untuk memilikinya. Tapi aku haris tetap menunggu. Terkadang aku hanyut dalam lamunanku unuk mengingatnya, samapai akhirnya aku sadar akau akan lebih remuk jika ku jatuh. Dan secara perlahan ku hapus semua khayalanku tentang dirinya. Dirinya yang selalu memenuhi diriku jika aku terdiam.

Andaikata kamu tau, aku masih tetap berharap banyak padamu

Jogjakarta, 10 Juli 2008

Jogjakarta, 10 Juli 2008
Aku patah hati untuk yang kesekian kalinya oleh orang yang sama. Ya, orang itu. Orang yang selalu aku pikirkan, ironisnya dia yang selalu membuatku marah dan kehilangan akal sehatku.

Sampai kapan aku harus memaafkan dirimu atas segala hal yang telah kau lakukan, hal yang di luar kemauanmu menyakitkan diriku. Sampai kapan aku bisa tetap tersenyum dalam menghadapimu? Sampai kapan aku bisa bertahan.

Terkadang aku mulai ragu dengan anganku untuk memilihmu sebagai temanku. Teman selamanya dimana aku bisa menumpahkan semua rasaku padamu. Namun terkadanga ada satu kekuatan yang meakinkanku bahwa memang kamu satu-satunya teman terbaik yang nantinya akan ku dapatkan sebagai permintaanku.

Sekali waktu aku berusaha untuk tetap bertahan dengan semua yang ada. Ok, hari ini aku akan katakana selamat tinggal, tapi besok, nanti atau bahkan 1 detik setalah aku mengucapkan itu, aku akan berkata aku tak mampu melupakanmu. Dan aku memang tak mau melupakanmu. Walau akhirnya memang kamu bukan untukku, tapi kamu dalah kenangan terindah, satu kenangan yang pernah ku dapat sebagai bukti bahwa hatiku masih bisa hidup untuk bisa merasakan pahit. Sampai saat itu aku merasa cukup bijak bahwa membunuh perasaan dan membarkannya melupkan suatu kenangan yang terpahit pun adalah tindakan yang bodoh yang nantinya akan menikam diriku dari belakang, karena aku sadar bahwa sesering apapun aku mencoba melupakanmu, maka sesering itu pula aku mengingatmu dan tenggelam pada masa laluku.

how did I fall in love

Aku benci dengan perasaan ini. Ini membuatku tak mampu berfikir jernih. Ini membuatku gila….
Andaikan aku bisa memilih, aku memilih membencinya daripada aku harus mencintainya dan hanya berharap dia merasakan yang sama…
He never knows about this feeling. Aku menyimpannya. Hanya menyimpan tanpa mau ku buka. Perasaan itu rapuh, aku takut terluka kembali. Lukanya sudah cukup dalam tanpa harus ditambah dengan sayatan-sayatan lain.
Aku menyudahinya. Aku takkan mau mencinta lagi. Cukuplah satu luka di balik semua ketangguhanku.

Dia menangis di hadapanku saat dia menceritakan itu. Dia teramat takut akan sesuatu yang bernama cnta yang terlanjur dia rasakan. Dia menginginkan aku untuk membunuh cinta itu tanpa harus membunuhnya..

Kaulah yang bisa membantuku. Bunuhlah perasaanku ini, jika dia akan menyakiti semua yang berhubungan denganku termasuk dirimu

Akupun tukut akan membunuh perasaannya. Dia yang teramat dekat denganku. Dia yang merasakan apa yang kurasa. Aku takkan mau membuat orang menjadi tak berperasaan. Tapi dia begitu tersiksa dengan perasaannya. Andaikan dia dapat hidup tanpa mengingat semua perasannya. Seandainya dia hidup tanpa perasaan, mungkin aku takkan mengenalnya dan mengikuti alur hidupnya. Dan mungkin satu permasalahan yang rumit ini takkan pernah ada.

Mengantuk itu Selalu Merugikan

Ngantuk itu ngerugiin. Mau bukti?
  1. 1. Ga boleh nyetir kalo ngantuk. Kenapa? Udah banyak bukti kalo nyetir pas ngantuk pasti resiko kecelakaan lebih gede.
  2. 2. Kalo kuliah ngantuk, tidur. Pelajaran gag masup yang ada malah diusir dosen buat cuci muka, itu yang paling ringan. Beban moralnya kalo dah tidur, trus ngiler…Wah…gw no comment deh kalo itu, yang jelas sih bakalan malu abizz.
  3. 3. Kalo ngantuk itu biasanya gag connect. Orang mao bilang apa juga kalo kitanya dah ga connect pasti ditanya apa jawabnya yang laen.

Nah, kalo gw pribadi ngalamin ngantuk yang ke-3. Sepagi waktu gw mo’ bli makan saur (gw saur jam 3 pagi bukan jam 3 malem), gw ketemu ma orang yang penampakannya kurus, tinggi, item, pala rada botak, mirip banget temen gw. Gw pikir itu si wahyu (nama temen gw).
Trus gw iseng ajah manggil dia “mas cepetan mas..”
Dianya jawab, “iya mba..”

Nah dari situ gw bisa liat mukanya pas noleh. Ajip…ternyata bukan si wahyu. Malu banget gw, mana banyak orang lagi di situ….
Berasa pengen masup ke dalem bumi saat itu juga!!!
Dan itupu segera berlalu. Pas gw mao bayar, si penjualnya bilang “6000 mba..”
Dengan cekatan gw ngasih duitnya dan nunggu kembalian. Ternyata si ibunya bilang lagi “6000 mba, ini masih 5000.” Wadhow….,asa terjadi lagi seeeh………….
Trus gw bilang ajah “o ya bu, maaf ketuker.” Gw sibuk nyari duit dan membatin, “mampus gw kalo gw ga bawa duit lebih, lagian kemana seeh duit 10.000 gw?” Tapi ternyata Tuhan masih saying gw, dan terambillah diit 1000 pas di kantong gw, lega…lega…

Itu gara-gara gw nguantuk banget. Pas jalan aja kek berasa tidur…Gila saur hari itu memalukan. Untung ajah orang-orang yang berniat jahat padaku gag muncul malem itu kalo mereka muncul tambah malulah gw….

Friday, September 5, 2008

Sepi

Aku kembali merasa sepi di tengah hingar-bingar kehidupan
Aku merasa sendiri di dalam kerumunan orang
Merasa tak dihiraukan mereka
Merasa terasing dari mereka

Sisi lain hidupku bicara aku sendiri yang membuat semua keadaan seperti ini
Ini harapanku
Tapi apakah itu harapan jika aku merasa sendiri, terasing, terabaikan
Tidak aku hanya mengalami cobaan yang sama
Harusnya aku bisa untuk lebih sabar dalam semua ini

Aku manusia
Mungkinkah ini salah satu pelajaran terbaik bagiku
Aku sadar aku berlumur kesalahan
Aku yang membuat hatiku keras bagai batu
Hanya aku yang bisa melepaskan rasaku
Aku yang bisa mengusir rasa yang seperti hantu di kamarku yang gelap

Met Puasa

Halah puasa udah jalan 5 hari baru ngucapin met puasa...

Tapi mending telat ketimbang nggak sama sekali,

Gw tau gw bukan orang yang lepas gitu ajah dari dosa, tapi seenggaknya gw orang yang masih inget dosa, jadi gw minta maaf banget ma orang-orang yang pernah tersakiti oleh gw, gw sengaja ato enggak...

The last met puasa bagi yang menjalankan, moga amal ibadahnya diterima, buat yang engga selamat menikmati senja yang semakin ramai (coz banyak orang ngabuburit)