Dah beberapa hari ni gw jadi pengangguran. Luntang - luntung ga jelas di kost... Rencana yang mau dilakuin di Jogja hampir gagal sebagian besar, karna emang ternyata keadaan ga sesuai yang di perkirakan.
Jadilah gw pengangguran yang emang sama sekali ga isa menikmati idup. Kalo mau balik ke Cilacap pun mau apa di sana. Mentok belajar jadi cewek yang lebih rajin, karna idup lebih teratur di Cilacap, ada pengawasan dan segala fasilitas kecuali alat transportasi yang emang harus gantian.
Semalem gw ngobrol sama salah satu temen. Dia cerita penilaian dia tentang gw. Ada yang bener dari ceritanya ada yang sama sekali melenceng. Gw suka dengerin tanggepan orang tentang gw. Dari situ gw tau sifat gw. Tapi semakin kesini gw makin tau tentang diri gw lebih dari orang lain. Kadang gw suka senyum sendiri kalo orang itu salah nilai gw. Itu wajar, yang tau tentang diri kita adalah kita sendiri.
Masih sama temen yang sama gw juga sedikit ngomongin salah satu sahabat baik gw. Mungkin dia masih marah gara2 ucapan gw. Gw akui gw egois banget. Saran dari bapak dalam hal ini lebih aku dengerin ketimbang saran dari temen ngobrolku semalam.
Aku seperti layaknya orang normal punya banyak masalah. Aku bakal mikir masalah itu harus selesai seperti apa, aku harus bagaimana. Temen ngobrolku ngasih saran aku buat lebih santai dalam hidup, terkadang aku seperti itu, tapi kalo aku sudah berfikir akan hidupku, hidup ga simple lagi.
Aku masih belajar untuk menjadi dewasa. Aku nyari orang yang lebih dewasa untuk menilai hidupku. Untuk aku contoh pemikiran mereka akan hidup jika aku setuju dengan pemikiran mereka. Belajar, setidaknya aku masih mau belajar dan mencoba untuk menjadi lebih dewasa dengan bantuan orang-orang aku anggap lebih bisa bertanggungjawab atas pilihan dalam hidupnya.
Thursday, July 30, 2009
Wednesday, July 15, 2009
Saat Dunia Masih Milik Kita...
Aku inget 10 hari yang lalu saat aku mau pulang ke Cilacap. Ingat gimana rasanya berdesakan hanya untuk masuk ke dalam bus dan duduk di salah satu kursinya yang akan membawaku pulang ke rumah.
Di kursi seberang ada seorang kakek yang menggendong cucu perempuannya. Hal itu membawaku kembali mengenang masa lalu saat aku merasa menjadi anak kecil itu. Anak kecil lugu yang hanya tau aku mempunyai orang yang melindungiku tanpa tau aku menyanyanginya. Tanpa berfikir suatu saat aku akan kehilangan dia.
Dia mengajariku sedikit hal dalam hidup. Dia melindungiku dengan tangan besarnya. Dia mendekapku dengan dekapan kasihnya. Dia ada untukku saat aku merasa terusik oleh orang lain.
Aku hanya seorang anak kecil yang selalu digendong di punggungnya. Sampai besarpun yang ku tau dia ada. Aku tak pernah belajar menerima kehilangan. Kehilangan sesuatu yang amat besar artinya bagiku.
Andai tak begitu mungkin aku tak pernah menyadari bahwa aku memang teramat menyayanginya.
Hari ini aku kembali mengenang dirinya dan semua kenangannya. Aku tetap merindukannya. Tuhan....tempatkan dia di sisi terbaikMu. Amin.
Di kursi seberang ada seorang kakek yang menggendong cucu perempuannya. Hal itu membawaku kembali mengenang masa lalu saat aku merasa menjadi anak kecil itu. Anak kecil lugu yang hanya tau aku mempunyai orang yang melindungiku tanpa tau aku menyanyanginya. Tanpa berfikir suatu saat aku akan kehilangan dia.
Dia mengajariku sedikit hal dalam hidup. Dia melindungiku dengan tangan besarnya. Dia mendekapku dengan dekapan kasihnya. Dia ada untukku saat aku merasa terusik oleh orang lain.
Aku hanya seorang anak kecil yang selalu digendong di punggungnya. Sampai besarpun yang ku tau dia ada. Aku tak pernah belajar menerima kehilangan. Kehilangan sesuatu yang amat besar artinya bagiku.
Andai tak begitu mungkin aku tak pernah menyadari bahwa aku memang teramat menyayanginya.
Hari ini aku kembali mengenang dirinya dan semua kenangannya. Aku tetap merindukannya. Tuhan....tempatkan dia di sisi terbaikMu. Amin.
Monday, July 6, 2009
Ga Elit ah....
Gw dah merencanakan balik ke Cilacap hari Senin buat menghindari macet di jalan dan lonjakan penumpang. Tapi entah bisikan darimana sabtu malem gw putusin buat pulang Minggu. Pulang begitu terasa mendadak banget dan persiapan di lakukan ala kadarnya, yang penting titipan kebawa semua.
Pas sampe terminal gw harus terima kenyataan bahwa penumpang agak sedikit melonjak. Tapi pas gw itung2 keknya 1 bus masih sisa. Haru semakin siang dan bis yang dinanti belun juga dateng, sementara penumpang semakin banyak. Walaupun bus PATAS tapi tiet di bayar di atas bus, jadi bakalan ada sedikit unsur rebutan buat dapet tempat duduk nantinya.
Jam 12 seorang calo tempat duduk mempromosikan jasanya. Beberapa orang menerima tawarannya untuk mendapatkan tempant duduk karena sedikit khawatir tak dapat tempat duduk. Gw sempat khawatir karena penumpang saat itu agak melebihi kapasitas.
Saat bus datang, saatnya untuk beraksi menaiki bus tersebut. Nah, parahnya di sebelah gw ada anak kecil yang jadi kejempit karena penuhnya orangyang berlomba buat memasuki bus lewat pintu yang harusnya dilewati orang satu2. Sedikit iba tapi ga bisa ngapa2in karena gw juga ikut kejempit di tengah2 orang.
Tapi akhirnya gw isa masuk juga c, pas lagi cari tempat duduk si calo bus yang udah ada di dalem bilang "1 orang mba, itu di sebelah masnya". Dan gw duduk dengan tenangnya di tempat yang udah ditunjukkan tadi, sambil ngeliat orang2 yang masih sibuk buat nyari tempat dan naikin barang2nya. Untunglah yang gw bawa cuman 1 tas ransel item yang bisa gw bawa sekaligus.
Ga elit ah, masa naeknya pake berebut gitu. Kek antri sembako :(
Pas sampe terminal gw harus terima kenyataan bahwa penumpang agak sedikit melonjak. Tapi pas gw itung2 keknya 1 bus masih sisa. Haru semakin siang dan bis yang dinanti belun juga dateng, sementara penumpang semakin banyak. Walaupun bus PATAS tapi tiet di bayar di atas bus, jadi bakalan ada sedikit unsur rebutan buat dapet tempat duduk nantinya.
Jam 12 seorang calo tempat duduk mempromosikan jasanya. Beberapa orang menerima tawarannya untuk mendapatkan tempant duduk karena sedikit khawatir tak dapat tempat duduk. Gw sempat khawatir karena penumpang saat itu agak melebihi kapasitas.
Saat bus datang, saatnya untuk beraksi menaiki bus tersebut. Nah, parahnya di sebelah gw ada anak kecil yang jadi kejempit karena penuhnya orangyang berlomba buat memasuki bus lewat pintu yang harusnya dilewati orang satu2. Sedikit iba tapi ga bisa ngapa2in karena gw juga ikut kejempit di tengah2 orang.
Tapi akhirnya gw isa masuk juga c, pas lagi cari tempat duduk si calo bus yang udah ada di dalem bilang "1 orang mba, itu di sebelah masnya". Dan gw duduk dengan tenangnya di tempat yang udah ditunjukkan tadi, sambil ngeliat orang2 yang masih sibuk buat nyari tempat dan naikin barang2nya. Untunglah yang gw bawa cuman 1 tas ransel item yang bisa gw bawa sekaligus.
Ga elit ah, masa naeknya pake berebut gitu. Kek antri sembako :(
Subscribe to:
Posts (Atom)