Teman bisa jadi siapa saja. Teman bisa datang dari mana saja. Pertemanan bisa terjadi kapan saja. Saya punya sedikit cerita tentang teman.
Saya "bertemu" dengannya sekitar tahun 2010. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa (yang nyaris abadi) sedangkan dia sudah bekerja. Saya "bertemu" dengannya dalam satu forum chatting. Kala itu Yahoo Messenger masih menyediakan fasilitas room untuk sekedar mengobrol dengan siapa saja yang kebetulan sedang online dan masuk ke forum yang sama. Dari situ obrolan berlanjut tentang siapa saya dan siapa dia, apa yang kami kerjakan saat itu. Pertemanan berlanjut dengan pertemanan di facebook.
Hari berganti. Kami mulai meninggalkan forum tersebut dan mulai sibuk dengan urusan masing-masing yang lebih penting daripada sekedar mengobrol. Tiga tahun lalu, saya kembali bertemu dengannya. Kala itu kebetulan saya sedang online di facebook begitupun dengannya. Lama tak mengobrol, kami pun bertukar kabar. Kala itu, saya sudah lulus dan masih On Job Training di Lampung. Sedangkan dia sedang melanjutkan kuliahnya setelah mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya. Saya sudah hijrah ke Jakarta kemudian untuk sementara waktu harus tinggal di Lampung, sedangkan dia masih betah tinggal di Bandung. Janji untuk bertemu mulai terucap saat itu. "Kalau sudah pulang ke Jakarta, kapan-kapan main ke Bandung" atau "kalau saya sudah di Jakarta, kapan-kapan mailah ke Jakarta."
Waktu berlalu hingga akhirnya masa On Job Training saya berakhir dan dia selesai sekolah. Saya sudah kembali ke Jakarta dan dia sudah kembali bekerja dan masih betah di Bandung. Padahal saat itu saya sudah sering bolak balik ke Bandung, karena kebetulan kantor saya ada yang di Bandung. Baru satu tahun belakangan ini kami bertukar nomor HP. Janji-janji bertemu pun berulang diucapkan. Saya bolak-balik ke Bandung tapi tak juga punya kesempatan bertemu dengannya secara langsung, bukan lewat FB, line ataupun whatsapp.
Akhirnya, setelah sekian kali gagal, baru hari ini saya bertemu dengannya secara langsung. Janji bertemu di tempat nongkrong yang oke berujung di warung makan Ampera (tempatnya juga nggak kalah asyik!). Tak apalah kami banyak mengobrol tadi. Sedikit mengenang masa lalu saat masih sama-sama suka ngobrol ngalor ngidul dengan orang entah siapa hingga cerita tentang hari ini cukuplah untuk "perkenalan" kami di dunia nyata.
Akhirnya, setelah 7 tahun, saya bisa bertemu dengannya.
Hai teman, salam kenal dari termanmu yang cerewet ini.
Bandung, 22 November 2017
Buat Nia, sukses untuk semua progress tulisannya :)