Kemarin aku bermimpi tentang sesuatu yang tak penah ku khayalkan sebelumnya. Aku memimpikan kebahagiannku. Apa artinya hingga kini pun aku tak mengerti. Aku sudah terlanjur kaku untuk dapat menerima satu kebahagiaan itu lagi. Dan kemudian perlahan aku melupakannya.
Ternyata memoriku tak mau bekerjasama denganku. Aku masih tetap menikmati pemandangan itu. Diam-diam masih berusaha memilikinya dan menanamnya di halamanku. Kenapa? Padahal aku tau untuk mencabutnya aku butuh lebih dari tenaga. Akupun sudah cukup terluka dengan semua usaha untuk sekedar menyentuhnya.
Aku menemukan satu sumber air lainnya. Ternyata itupun berada jauh di lahan orang. Sehingga aku hanya bisa melihatnya dari jauh, menahan keinginan untuk meneguknya menghilangkan hausku.
Ah, rumahku kosong. Tak ada apa-apa yang dapat menyengkan aku. Tapi aku bersyukur aku masih dapat berlindung dari sengatan matahari dan tusukan air hujan. Hanya aku berharap ada satu lagi kebahagiaan di rumahku. Kebahagiaan yang akan menjadi api malamku, air hidupku, dan bunga hatiku.
No comments:
Post a Comment