Thursday, September 30, 2010

Luka

Kupikir tiap orang punya lukanya sendiri dan merasakannya. Tapi kali ini aku rasakan luka orang lain.

Entah dari emosiku yang memang sedang tak stabil, atau memang karena aku melihat luka yang secara jelas terpampang di hadapanku. Aku tak sengaja menemukan luka itu. Luka dari hati.

Hati selalu punya cerita. Ini bukan cerita hatiku. Hati orang lain yang tak sempat ku kenal dekat. Aku mengenalnya hanya sekilas, tapi dari sekilas itu diam-diam aku mengagumi hidupnya. Cara dia berceloteh membuatku tergelitik untuk mengenalnya lebih jauh. Sayang tak pernah ada kesempatan.

Maka aku sedikit-sedikit mengikuti perjalanannya. Aku tak tau apa yang terjadi, hanya bisa menerka. Seketika aku melihat lukanya. Jangankan untuk menyembuhkan, bertanyapun aku tak bisa. Aku hanya melihat. Diapun bertanya pada kekasihnya tentang luka kekasihnya. Tidakkah dia peduli dengan lukanya sendiri? Semoga harapan yang diberikannya pada kekasihnya dan doa yang kekasihnya berikan padanya menjaganya sepanjang waktu.

Ya, semoga luka itu akan tertutup dan kalian temukan kebahagiaan kalian.

Monday, September 20, 2010

Just Wanna Say Sorry

Cuma mau bilang maaf buat orang-orang yang pernah dengan sengaja atau engga sengaja gw sakitin hatinya. Orang-orang yang gak pernah gw sangga bakal baca blog ruwet penuh curhatan dan hal-hal konyol yang pernah melintas di benak gw.

It's been long ago. Please forgive and forget each other :)

Something missing

Bingung. Gw bingung sama apa yang gw rasain sekarang. Sepi banget rasanya dikamar sendirian.

Biasa hidup 2 bulan bareng sama temen-temen baru, bertujuh menempati satu rumah. Empat cowok, 3 cewek. Dua bulan berlalu, kuliah 1 minggu, pulang merayakan Lebaran bareng keluarnya.

Batam, Jogjakarta, Jakarta ngumpul semua di satu, rumah 3 kamar. Alhasil tidur bareng-bareng sama para sepupu, oom, bulik, tante, eyang. Tergantung badan rubuh dimana, disitu tempat tidur. Gak ada kamar khusus. Gada ada ini kamar siapa itu kamar siapa. Keknya dah lama banget semua sepupu (dari mama) gak ngumpul. Begitu ngumpul, rumah rame banget. Apalagi ada 2 batita di rumah, gimana kalo mereka nangis bareng2, belum lagi yang betengkar.

Buat gw yang biasa hidup sendirian, suasana kek gitu kadang bikin pusing, tapi ngangenin. Mungkin gw kangen masih kangen ma sepupu2 gw yang bikin puyeng karna mau gak mau gw jadi kek baby sitter buat mereka. Mungkin juga gw kangen sama temen-temen 2 bulan gw. Gw kangen suasananya.

Gimanapun juga, sebelum kami ngumpul buat tinggal bareng selama 2 bulan itu, kami punya kehidupan sendiri. Setelah 2 bulan itu selesai kami punya kehidupan yang harus dijalani sendiri. Kembali ke kehidupan awal.

Tapi gak salah kan kalo gw kangen sama kehidupan 2 bulan itu, meskipun tanpa program2 yang harus dijalanin plus laporan-laporan yang harus dibuat. Setidaknya saat itu gw gak sendirian.