Wednesday, November 18, 2009

14 November 2009

Satu jiwa kembali lahir ke bumi ini. Satu laki-laki suci dari rahim sang ibu dilahirkan hari itu. Aku bukan ibunya dan takkan sanggup menjadi ibunya.

Hari itu sahabat terbaikku resmi menjadi ibu dari putra pertamanya. Dia menjadi seorang wanita yang sempurna hari itu. Sempurna dengan keluarganya. Walaupun tak melihat wajahnya, aku yakin dia takkan bisa menyembunyikan senyum manisnya.

Aku tersenyum disini setelah mengucapkan selamat dan doa untuk mereka lewat telepon. Kamu membuatku menjadi orang tua dengan panggilan "tante", dan menyakinkanku bahwa aku sudah menjadi orang tua juga sepertimu. Kamu selalu mengajarkan dan menyadarkanku atas hal-hal yang terkadang ku lupakan dalam hidupku.

Selamat sobat atas kelahiran si kecil mu.

Musim Hujan Waktu Itu

Jogja hujan hari ini. Hujan yang cukup deras hingga menahanku di kampus. Ingatanku melayang saat aku kecil dimana aku menyukai hujan. Hujan itu menyenangkan. Dingin itu membuatku nyaman.

Wajarnya anak kecil, aku pun senang bermain-main di bawah terpaan hujan. Sebagai orang tua tentu melarang anaknya untuk bermain-main di bawah air hujan yang bisa membuatnya demam. Suatu ketika aku diperbolehkan untuk "mandi" di bawah air hujan.

Seingatku hujan sudah beberapa hari turun di kota kecilku tanpa mempersilakan matahari menyapa sedetik pun. Aku bosan karena harus terus berada di rumah. Aku ingin keluar bermain-main dengan air yang turun dari langit itu.

Akhirnya aku mendapat kesempatan itu. Aku bisa mandi di bawah genteng yang membuat air hujan turun lebih deras lagi. Serasa mandi di bawah air terjun. Walaupun tak terlalu lama aku senang bisa menyapa hujan waktu itu. Walaupun harus mandi lagi, aku senang bisa sediki bermain dengan hujan.

Sekarang, aku hanya bisa menikmati hujan dari dalam kamarku. Memandang air yang turun dari langit membuat kegaduhan tersendiri. Mencium bau debu yang tersiram air saat hujan mulai turun. Tetapi rasa itu tetap ada. Rasa ingin berdiri di bawah hujan deras sambil merasakan dinginnya air langit.

Wednesday, November 4, 2009

Saya Sudah Berdiri...

Tadi gw sama temen2 kost pergi buat foto kost. Sebenernya ini bukan agenda kost tahunan, cuman pas ada duit aja. Nah kebetulan pas foto gw kebagian di belakang. Udah kecil debelakang nyempil pula.

Sang fotografer bilang ke gw "mbaknya yang pake baju item itu pindah agak kesamping berdiri aja mbak.." Waktu itu posisi gw emang udah berdiri. Dengan nurutnya gw pindah rada ke samping. Trus si fotografer masih ngatur2 yang lain, pas liat gw lagi dia bilang "mbaknya berdiri apa duduk?" dengan lugunya gw jawab "saya berdiri kok..."

Jelas aja anak2 kost pada ketawa denger jawaban lugu gw....akhirnya gw foto pake bajikan bantal kecil jadi badan gw rada nampak....huhuhuhu...