Aku benci dengan perasaan ini. Ini membuatku tak mampu berfikir jernih. Ini membuatku gila….
Andaikan aku bisa memilih, aku memilih membencinya daripada aku harus mencintainya dan hanya berharap dia merasakan yang sama…
He never knows about this feeling. Aku menyimpannya. Hanya menyimpan tanpa mau ku buka. Perasaan itu rapuh, aku takut terluka kembali. Lukanya sudah cukup dalam tanpa harus ditambah dengan sayatan-sayatan lain.
Aku menyudahinya. Aku takkan mau mencinta lagi. Cukuplah satu luka di balik semua ketangguhanku.
Dia menangis di hadapanku saat dia menceritakan itu. Dia teramat takut akan sesuatu yang bernama cnta yang terlanjur dia rasakan. Dia menginginkan aku untuk membunuh cinta itu tanpa harus membunuhnya..
Kaulah yang bisa membantuku. Bunuhlah perasaanku ini, jika dia akan menyakiti semua yang berhubungan denganku termasuk dirimu
Akupun tukut akan membunuh perasaannya. Dia yang teramat dekat denganku. Dia yang merasakan apa yang kurasa. Aku takkan mau membuat orang menjadi tak berperasaan. Tapi dia begitu tersiksa dengan perasaannya. Andaikan dia dapat hidup tanpa mengingat semua perasannya. Seandainya dia hidup tanpa perasaan, mungkin aku takkan mengenalnya dan mengikuti alur hidupnya. Dan mungkin satu permasalahan yang rumit ini takkan pernah ada.
No comments:
Post a Comment