Wednesday, June 29, 2011

Then, so?

Apa yang bakalan kamu lakukan ketika bertemu dengan seseorang yang kamu kagumi? teriak histeris, ngejar dia minta tanda tangan, atau mungkin foto bareng?

Kalau saya...saya juga tak pernah memikirkan apa yang saya akan lakukan ketika bertemu dengan orang yang saya kagumi. Tapi itu terjadi pagi ini.

Lepas berenang saya makan di salah satu tempat makan dan bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Apa yang saya lakukan? saya hanya menyapanya menyebutkan nama dan berjabat tangan. Sekedar basa-basi dia bertanya : "sudah selesai makan?" Saya hanya menjawab "baru pesan" sambil tersenyum lalu berlalu ke meja saya.

Simple, tapi tak sesuai yang saya harapkan. Setelah kejadian singkat itu saya berandai-andai jika saja saya tadi sempat mengobrol atau apapun yang membuat saya bisa mengenal lebih dekat dirinya, pasti menyenangkan. Tetapi apa yang telah saya lakukan tidak bisa membuat dia bahkan mengingat wajah saya nantinya.

Kami begitu berbeda melihat satu sama lain. Buat saya, dia adalah seseorang yang memiliki kemampuan yang saya kagumi, sedangkan buat dia saya hanyalah orang asing yang kebetulan mengenalnya.

So, ketika kamu bertemu dengan orang yang kamu kagumi, apa yang akan kamu lakukan? Karena apapun yang kadang terlintas dipikiranmu tidak selalu sejalan dengan apa yang kamu lakukan saat situasi itu datang padamu.

Friday, June 17, 2011

Budayakan Sopan Yuk

Kejadian kemarin di salah satu tempat makan membuat saya menjadi ingat tentang nasihat mama untuk bersikap sopan dimanapun.
1. Kalo ada orang lain lagi duduk dan saya harus lewat di depannya, saya harus berkata permisi.
2 Ketika saya ingin mengambil sesuatu di depan orang lain saya juga harus berkata permisi dan menyapa entah itu, pak, bu, mbak, mas, oom, tante dan sebagainya.

Selain itu cerita dari seorang kakak angakatan saat awal datang ke Jogja juga selalu mengingatkan saya untuk menjaga kesopanan jika berbicara dengan orang lain.

Bukan saya gila hormat atau apapun sebutannya, saya hanya merasa masih ada norma kesopanan yang berlaku di masyarakat Indonesia. Atau mungkin saya yang terlalu berposistif thinking bahwa semua penduduk Indonesia masih ingat sopan santun dan adabnya. Tapi ternyata kemarin saya menemukan seorang perempuan Indonesia yang tiba-tiba mengambil sesuatu dari depan saya tanpa mengucapkan permisi atau apapun.

Entah saya yang sedang sensitif atau ada kesalahan lain pada otak saya, saya merasa jengah dengan sikapnya. Setidaknya jagalah kesopanan di tempat umum.