Monday, November 25, 2013

Hoe gaat het met u, Moeder, Vader?

"Udah gak jaman yang muda yang menyambangi, sekarang jamannya yang punya waktu yang menyambangi."

Saya agak sedikit terkejut dengan satu quote dari teman saya ini. Memang benar juga sekarang jamannya yang punya waktu yang datang, yang punya waktu yang bertamu. Namun, jika ini dikaitkan dengan mendatangi rumah orang tua setelah sekian lama tidak kembali ke tempat dimana dia tumbuh. Masih pantaskah kalimat "yang punya waktu yang datang" diucapkan? 

Saya juga bekerja dan ada kalanya saya sibuk. Bahkan ketika saya sibuk saya sangat tidak ingin diganggu bahkan oleh orang tua saya sendiri. Tetapi saya juga manusia, saya masih butuh kasih sayang dari orang tua saya, walaupun saya sudah menginjak usia dewasa saat ini. Saya masih tetap anak mamah dan bapa saya. 

Mungkin kali ini saya setuju dengan quote teman saya yang lain " Saya bekerja untuk hidup, saya tidak hidup untuk bekerja." Saya memang ingin mencapai banyak hal dalam hidup saya. Saya ingin punya rumah sendiri, saya ingin punya mobil pribadi, saya ingin punya usaha sendiri juga, dan semua yang saya ingin itu tentu butuh modal. Sebut saja frontalnya "butuh duit". Money can do lot but it's not everything for me.

Kadang saya juga merasa, ada kalanya saya yang 'dicuekin' orang tua saya. Tetapi akhir-akhir ini saya juga sadar, mereka juga punya kesibukan, dan yang lebih parahnya kadang mereka merasa saya yang sibuk dan takut mengganggu bila saya sedang sibuk. Mungkin sudah saatnya saya yang mencoba mengerti mereka. Bukan lagi mereka yang harus mengerti saya, tetapi saya yang harus mengerti mereka.


Jadi, sudah sempat pulang kah atau sekedar memberi kabar orang tua bahwa "saya baik-baik saja" dan menanyakan kabar mereka yang menantimu di rumah? Ma, Pa, het gaat goed met mij.


Pejaten Village, Jakarta, 20 Nopember 2013


No comments: