Monday, November 25, 2013

Tidak Malam Ini

Aku duduk lagi di pojok ruang tunggu itu. Aku malas menanti keretaku dari dalam peron, aku memilih duduk di ruang tunggu luar, di satu sudut stasiun itu. Tidak ada cinta. Tapi cinta pernah duduk di sampingku. Aku pernah menyandarkan kepala kantukku padanya karena menunggu kereta paling malam. Tidak malam ini. Malam ini tidak ada cinta.

Aku duduk sendirian. Satu tas punggung dan satu tas berisi novel bersandar di kursi sebelahku. Aku menunggu kereta sambil membaca, mengamati orang-orang disekelilingku lalu lalang dengan barang-barangnya kemudian membaca lagi. Tak ada obrolan kali ini. Tak ada cinta maka tak ada obrolan.

Lima belas menit sebelum keberangkatan. Aku masuk ke peron menunggu kereta. Aku menutup novel yang tengah ku baca, memasukkannya ke dalam tas jinjingku. Menyiapkan tiket, dan kartu pengenalku. Aku berdiri melihat sekilas tempat yang tadi aku duduki. Aku memasuki peron. Tidak ada kecupan dan lambaian. Tidak ada cinta yang mengantarku malam ini.

Keretaku berjalan pelan meninggalkan stasiun. Semakin lama semakin cepat. Lalu keretaku meninggalkan kotaku. Tidak juga ada satu pesan pun yang kuterima dari cinta. Aku melihat sekelilingku. Satu keluarga bahagia dengan 3 gadis kecilnya. Aku mengamati sekelilingku, kemudian aku membaca novelku. Masih saja tak satu pun pesan kuterima. Aku melanjutkan membaca. Hingga lelah lalu tidur di kereta. Tidak ada cinta dikereta itu. Tidak ada cinta untukku.


Ruang Tunggu Stasiun Yogyakarta,  15 Nopember 2013,  22.45

No comments: