Aku tak pernah menyukai jahe. Baunya yang cukup tajam dan rasanya yang pedas membuatku kurang begitu menyukainya. Walaupun jahe telah dicampur susu yang manis aku tetap tak menyukainya. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Kamu yang pertama kali mengenalkanku akan nikmatnya susu jahe. Bukan berarti aku kini menjadi penikmat jahe sepertimu. Aku tetap aku yang dulu walalupun kini aku tak akan menolak mentah-mentah minuman dengan campuran jahe di dalamnya.
Dinginnya malam dan hujan akan selalu mengingatkanku tentang susu jahe yang kemudian merambat tentangmu. Aih, mengapa aku sekarang jadi memikirkanmu. Kamu sahabatku, akan tetap menjadi sahabatku selama kamu tak memintanya. Namun, bila kamu meminta aku pun masih tak tahu apa jawabanku. Tak perlulah memikirkan tentang perasaan orang lain yang tak ku tahu. Kamu teman dekatku dan mungkin akan tetap begini. Ini yang terbaik.
Hujan selalu memberiku kenangan manis. Begitupun kenangan bersamamu. Kenangan-kenangan itu tercipta saat hujan.
Seperti susu jahe yang nikmat dinikmati malam hari saat hujan, kenangan bersamamu juga senikmat itu.
No comments:
Post a Comment