Sunday, December 30, 2012

Cerita Bo'ong

Semalam aku dan dua temanku  pergi ke salah satu tempat nongkrong di jalan Sudirman Jogja hanya sekedar untuk menikmati es krim sambil ngobrol. Waktu mau pulang tiba-tiba ban motor temanku bocor. Untung aja di deket situ ada tambal ban yang masih buka. Cerita pun dimulai.

Saat menunggu ban motor selesai di periksa, ada dua orang perempuan seumuran anak SMA yang datang menghampiri kami. Mereka bercerita dengan wajah bingung kalau mereka lupa membawa tas mereka setelah sholat di mesjid, lalu mereka kembali ke mesjid dan tas mereka hilang. Salah satu dari mereka tinggal di daerah seturan sedangkan yang lain di daerah tempel. Mereka punya tiket movie box dan voucer isi ulang tinta. Niat mereka menukar kedua voucer tersebut dengan sedikit uang untuk pulang dengan naik bis. Saat itu sudah pukul 9.30 malam dan aku tahu tidak ada bis lagi yang beropersi pada jam itu.

Kami sempat bertanya tentang nomor hp kedua orang tua mereka, tetapi mereka mengaku tidak hafal nomor hp kedua orang tuanya. Karena iba temanku memberi mereka uang 20 ribu untuk pulang. Saat itu akupun sudah berniat memberi mereka uang untuk pulang ke seturan naik taxi. Aku meminta temanku yang lain mengejar dua orang anak tadi untuk menambahkan uang yang diberikan temanku itu. Namun, saat dikejar ternyata temanku tahu mereka tidak cuman berdua. Mereka bersama temannya yang lain. Dari situ kami menduga kami telah di tipu.

Tak berapa lama kemudian datang serombongan orang, terdiri dari 1 laki-laki dan 5 perempuan yang menyanyi di depan kami. Tampilan mereka hampir sama dengan 2 orang yang datang sebelumnya. Kami mulai curiga ini adalah motif yang sama. Kami bertanya ada acara apa pada mereka. Awalnya mereka bercerita mereka ketinggalan bis menuju kaliurang. Kami tetap tidak percaya dan memaksa mereka berkata sejujurnya. Mereka akhirnya mengaku bahwa mereka dari sanggar teater mau menuju kaliurang. Sebelum ke kaliurang mereka harus survival bagaimana caranya mereka bertahan tanpa diberi sedikit pun uang dari senior mereka. Hal tersebut lebih masuk akal bagi kami karena kami pun pernah mengalaminya.

Cerita lucu untuk kami melihat kepolosan mereka berbohong tetapi tidak bisa menutupi kebohongannya.

No comments: