Terkadang orang sukar menerima bahwa dirinya tak diterima. Tak ada penghargaan sedikitpun atas apa yang dilakukannya, atas apa yang coba dia bagi ke mereka. Dia mulai berfikir mungkin memang sebaiknya dia menjauh. Menjauh selamanya dari mereka. Tapi dia hanya punya mereka. Mereka yang bisa membantunya di hidupnya kini. Tapi sepertinya ada yang salah dengannya.
Dia begitu dibenci. Sulit untuk mengungkapkan mereka akan mau menolongnya dengan suka hati. Dia kembali merenung. aku memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat. Pastilah sangat fatal. Hingga dia begitu terabaikan, begitu sendiri.
Tak salah pikirku jika dia memilih untuk menenangan dirinya sendiri dan memilih bersama yang lain. Tapi dia akan tetap membutuhkan mereka. Lalu bagaimana dia bisa mendekati mereka jika mereka selalu menjauhinya. Apa yang dipikirkannya saat ini. Apa yang akan membawanya keluar dari situasi laknat ini?
Seleranya dan selera mereka begitu berbeda. Tingkatan mereka begitu berbeda. Aku di sisi luar melihat dari masing-masing sudut pandang. Dia yang sendiri, mereka yang bersama. Seandainya dia dan mereka bisa sebentar keluar dari lingkaran itu, mungkin dia dan mereka bisa mengambil tindakan yang lebih bijak. Dia tidak akan sangat sendiri. Dan mereka juga bisa menilai berapa harga yang harus mereka bayar ketika dia memutuskan untuk keluar dari lingkaran itu sebelum dia memutuskannya.
No comments:
Post a Comment