Hari ini aku mencoba sesuatu yang baru untuk diriku. Bukan hal yang luar biasa hanya mencoba kemampuan tubuhku untuk bertahan. Beberapa jam melaju melawan angin. menuju ke salah satu tempat yang mungkin bisa memberiku inspirasi.
Seperempat perjalanan aku mulai mengenal suatu tempat yang mungkin bisa membuatku nyaman. Separuh pikiranku berkata cukuplah sampai sini. Namun egoku sendiri berkata aku bisa tanpa bantuan orang lain. Aku tetap memacunya. Pikiranku terpecah, mampukah aku sampai tempat itu?? Mungkinkah aku kembali. Aku baru sekali menuju ke sana. Jalannya pun tak ku kenal. Aku hanya berpatokan pada papan yang tertampang di jalan.
Separuh perjalanan aku hampir putuskan untuk kembali. Namun, egoku mengendalikan segalanya. Dia mempercepat lajuku. Hingga aku sendiri ngeri untuk melihatnya. Tikungan demi tikungan aku lewati dan berharap aku bisa kembali. Otakku mengingatkan egoku tentang siapa diriku. Egoku merespon otakku akan betapa berani dan tangguhnya aku dulu. Mereka terus beradu. Namun, otakku hanya berfikir, egoku bergerak cepat.
Kemudian sampailah aku di pintu masukknya. Egoku berteriak senang. Otakku mengalah. Kami melaju cepat menuju tempat yang ku maui. Jalan terjal dan berbatu bukan halangan untuk mencarinya. Sesampainya di sana aku diam. Aku memandang dan mengingat. Ada yang berbeda disini. Aku sendiri. Dulu tempat ini sepi, tapi ramai. Yang ku rasa tempat itu ramai, tapi aku sepi. Aku sendiri.
Aku berteduh di bawah tanaman yang menghalangiku dari sengatan matahari. Duduk diam dan melihat ke langit. Biru. Aku tertegun melihatnya sebiru itu. Akhir-akhir ini langit kelabu, tertutup awan mendung...Seandainya ia melihat ini" batinku. Seandainya?? Itu hanyalah angan-angan. Toh dia tak di sini. Toh dia telah mati. Aku kembali memandang langit biru itu. Seekor burung melayang-layang sendiri di atasnya. "Kenapa dia sendiri? Mana kawanannya?? Dia di tempat yang salah. Toh tak ada apa-aa untuk dimakannya," pikirku.
Sejauh mata memandang lagit masih biriu. Namun aku melihat satu awan mendung di balik punggungku. Saatnya aku pulang. Kini egoku mengikuti akal sehatku. Aku pulang. Berpacu dengan awan mendung. Di tengah jalan, hujan menghampiri. Ternyata aku tak bisa menghindari hujan itu. Seakan memberi tahuku bahwa cepat atau lambat, lari ataupun diam dia akan datang.
Aku banyak dapatkan pelajaran dan cerita hari ini. Kisah si burung, awan, ombak, pohon, jalan, bukit, kisahku sendiri. Belajar dari apa yang ku dapatkan tanpa harus ku cari. Sadar akan apa yng ku lihat tanpa harus ku ingini. Mengertii lebih jauh apa yang terjadi di sekitarku. Mengerti dan menyayangi diriku.
Not always what you want is what you got. But someday i know what i've got is of use
No comments:
Post a Comment