Sunday, May 5, 2013

Wedding

Akhir-akhir ini aku semakin banyak mendapat undangan pernikahan yang datang dari teman-temanku, baik teman semasa sekolah ataupun teman semasa kuliah. Irikah aku? Mungkin ada sedikit terbesit rasa iri, tapi aku kembali melihat hidupku. Aku bahkan belum memulai hidupku sendiri. Yang aku maksud di sini adalah aku belum bisa mencari dan membiayai hidupku sendiri, aku masih belum bisa mandiri sepenuhnya, lalu bagaimana aku harus memulai hidupku bersama orang lain?

Ada yang lucu di salah satu comment seorang teman yang mau menikah besok hari ini. Salah satu temannya memposting percakapannya dan ibunya. Kira-kira begini percakapannya dalam bahasa keseharianku:

Mom: Son, kie ana undangan kancamu minggu ngesuk mbojo.. (Son, ini ada undangan temanmu minggu besok nikah)
Son: Oh ya Alhmdulillah, melu seneng kulo Bu..(Oh ya Alhamdulillah, ikut senang saya Bu)
Mom: lah kowe kapan??? kancamu sing liyane wes pada nikah kabeh lohh.. (Lah kamu kapan? Temenmu yang lainnya udah pada nikah semua lohh)
Son: he.. insyaAlloh sekedap malih Bu.. tunggu wae, syarate namung kurang KALIH kok.. (InsyaAlloh sebentar lagi Bu.. tunggu aja, syaratnya kurang dua kok)
Mom: alah alah.. syarat KALIH kuwe apa bae emange... ( ya ampun, syarat dua itu apa aja emangnya?
Son: KALIH Sinten..... :D ( Dengan Siapa :D )

Mungkin itu juga yang akan aku katakan ketika ditanya, kamu kapan menikah? Jalanku masih panjang, setidaknya aku masih bisa menunggu beberapa tahun lagi. Masih banyak yang harus aku lakukan. Seperti saat ini, aku masih harus belajar untuk ujian Bahasa Belandaku nanti pukul 8 pagi. Lalu, kenapa aku malah menghabiskan waktuku di depan komputer dan bercerita tentang pernikahan? Ah, tak apalah hanya sekedar membagi apa yang terlintas di otak bodohku saat ini.

Satu lagi, selamat untuk teman-temanku yang akan dan telah menempuh hidup baru. Semoga membawa kebahagiaan dan ketenangan hati. 

No comments: