Thursday, May 2, 2013

Waktu Minum Teh

Pernah membaca karya-karya Enid Blyton? Aku salah satu penggemar bukunya saat masih kecil, sampai sekarang aku juga masih menyukai ceritanya. Walaupun tak punya lengkap semua seri karya Enid Blyton, tapi aku mempunyai beberapa karangannya seperti Lima Sekawan, Malory Towers dan serial dengan cerita lepas seperti Si Babi Ungu, Si Gadis Penakut, Monyet Mike, Tommy si Pengadu, Tiga Permintaan, Cermin Ajaib, Gadis Kaya yang Sombong dan Anak dalam Cermin. 

gambar diambil dari google
Dari beberapa buku itu aku mendapat gambaran atau mungkin khayalan tentang kehidupan di Asrama Putri di Inggris sana, ataupun kehidupan orang-orang Barat, seperti jamuan minum teh. Aku hanya bisa membayangkan seperti apa jamuan minum teh itu. Di beberapa cerita, Enid Blyton sempat mennyebutkan makanan apa saja yang ada pada jamuan minum teh itu. Ada gula-gula, kue plum dengan taburan gula halus (yang sampai saat ini aku tak bisa membayangkan seperti apa bentuknya), roti jahe dan tentu saja secangkir teh hangat. Biasanya kue-kue itupun masih fresh dari panggangan. Mereka menjamu tamunya dengan kue-kue yang hangat. 

gambar diambil dari google
Kalau aku bandingkan di Indonesia, sepertinya ada juga suasana seperti itu. Walaupun kebanyakan bukan menjadi suatu tradisi atau kebiasaan. Ada juga waktu kumpul bersama, minum teh dengan beberapa camilan, walaupun camilannya bukan kue plum ataupun kue jahe. Kalau di keluargaku teman minum teh biasanya adalah pisang goreng, ubi goreng, mendoan atau terkadang serabi. Tentunya mereka nikmat dinikmati hangat. Apalagi di hari yang cukup berangin (mengingat kotaku dekat dengan pantai) atau di saat hujan. Menyenangkan rasanya menghangatkan diri bersama orang-orang terkasih ditemani segelas teh manis hangat dan teman-temannya.

Berawal dari konsep itu, aku mempunyai mimpi mengelola suatu tempat yang menawarkan kehangatan dalam kesederhanaan. Seperti layaknya jamuan minum teh di Inggris ataupun kumpul keluarga di Indonesia. Itu masih menjadi mimpi bagiku. Belum ada suatu rencana yang jelas untuk mewujudkannya. Tapi, cukuplah kali ini dengan segelas cokelat hangat di samping si Lepi aku menuliskan sedikit cerita dan mimpiku. Setidaknya semuanya berawal dari mimpi bukan?

No comments: