Tuesday, January 11, 2011

Toleransi

Sebenernya gw prihatin sama beberapa kebijakan kampus yang menurut gw sedikit tidak berperikemahasiswaan.

Bukankah tiap orang bisa sakit, dan saat sakit bahkan seorang pekerja pun berhak mendapatkan cuti atau libur dengan keterangan surat dari dokter. Seharusnya surat dokter itu bisa menjadi bukti bahwa seseorang memang benar-benar sedang sakit dan harus beristirahat, walaupun tanpa rawat inap.

Ayolah. Mari sedikit menggunakan otak kita. Aturan itu ada bukan untuk dilanggar memang. Namun, bagaimana seharusnya suatu aturan itu dibuat tanpa merugikan pihak lain, dan bagaimana seharusnya mengerti penerapan aturan tersebut. Tak perlulah terlalu saklek terhadap suatu aturan tertentu, buatlah kebijakan terhadap aturan-aturan supaya pelaksanaannya tidak menyusahkan orang lain.

Seharusnya tak perlu ada kasus seperti yang menipa temen gw. Dia dengan surat dokter dinyatakan sakit dan tak bisa mengikuti perkuliahan atau ujian pada hari ini, tetapi ternyata surat pernyataan itu tak bisa digunakan untuk meminta ijin tak mengikuti ujian hari ini dan meminta ujian susulan lain hari.

Gw jadi bertanya, adakah suatu alasan yang lebih masuk akal untuk menolak surat ijin tersebut disamping ketetapan yang mengatur bahwa yang diperbolehkan mengikuti ujian susulan adalah mereka yang sakit dan dirawat di rumah sakit. Seharusnya kita bisa sedikit bertoleransi terhadap hal-hal semacam itu. Gunakan otak dan hati kita untuk menjalankan aturan yang telah di tetapkan. Lebih lagi gunakan otak dan hati kita untuk menentukan suatu keputusan.

Otak mencegah kita untuk dibodohi dan hati mencegah kita untuk berbuat semena-mena terhadap orang lain. Harusnya orang-orang yang memegang kuasa untuk mengambil keputusan mengingat dan mengamalkan hal kecil yang terkadang terlupakan ini. Hal kecil yang bisa disebut TOLERANSI.

No comments: