Monday, January 17, 2011

Pintu Istimewa Buat Rumah Unikku

Lama aku tak melihat ke dalam rumahku. Rumah yang porak porada, tanpa pintu. Sudah tak ada lagi pintu di rumahku sejak aku kehilangan kuncinya. Aku tak lagi mencari dan memikirkan kunci itu. Aku membiarkan rumahku terbengkalai tanpa pintu. Aku sengaja membongkar pintu lama dan berharap ada satu pintu baru yang akan menutupnya, menjaga isi rumahku.

Sekarang, rumah tanpa pintu itu punya penghuni baru. Sayangnya dia tak tau apa yang harus dilakukannya dengan rumahku. Aku berharap dia bisa membenahi sedikit ini dan sedikit itu di rumahku. Sepertinya aku harus bersabar untuk itu. Dia harus biasa dengan rumah itu jika mau tinggal. Kalaupun tidak toh rumah itu tak lagi berpintu, dia bisa pergi kapan saja.

Sebenarnya bukan aku tak ingin memperbaiki rumahku sendiri. Aku pernah melihat pintu yang unik yang kurasa akan cocok menjaga rumahku. Barang unik tentulah mahal harganya. Rumah pun harus sesuai untuk pintu itu. Sedikit-sedikit aku menata rumah itu agar tampilan, isi dan pintunya serasi. Tapi kapan ya, aku bisa dapat pintu itu.

Pilihan kedua, aku harus menemukan pintu lain yang cocok untuk rumah unikku. Mungkin dengan harga yang sedikit lebih murah, walaupun tak sesempurna pintu yang satu itu.

Dari teras rumahku, aku masih memandang harap satu pintu istimewa itu, sembari mengawasi penghuni barunya. Aku tak mau rumahku hancur berantakan karenanya.

2 comments:

Oceanytha said...

UUPA.. hadeeeeh...

-Vi- said...

ku kasih senyum aja ya :P