Monday, February 15, 2010

Catatan Kecil part 1

Hari ini awal gw kuliah. Gw berangkat kuliah dengan sisa-sisa semangat yang semalam gw kumpulin kembali setelah hancur berantakan dalam waktu beberapa menit. Lima belas menit sebelum perkuliahan dimualai gw udah sampai di kampus. Segala pikiran tentang peningkatan ip udah ada di otak gw. Gw yang ga mau lagi jatuh dalam kuliah gw.

Sampai di sana suasana sempat ricuh akibat pembagian kelas. Kelas yang gw ikutin ternyata di bagi menjadi 2 kelas. Sedangkan pembagian kelas bisa dilihat pada jam itu juga di pengajaran. Bayangkan hampir 100 anak (atau bahkan lebih?) membanjiri pengajaran yang kira2 hanya muat untuk berdiri 7-8 orang. Sedangkan waktu menunjukkan hampir jam 7 pagi. Hal ini tidak praktis. Kenapa pembagian kelas harus diberitahukan mendadak sebelum perkuliahan dimulai. Sangat tidak efektif.

Saat perkuliahan berlangsung. Gw berusaha buat mendengarkan apa kata dosen gw. Gw gak mau gagal lagi dalam mata kuliah ini. Tapi saat itu terdenger suara gaduh dak-duk-dak-duk palu pada dinding. Apakah jurusan akan membangun atau merombak gedung, gw sendiri kurang paham. Permasalahannya adalah mengapa suara-suara itu sampai mengganggu mahasiswa yang mau belajar untuk menjadi lebih baik akhirnya. Bagaimana jurusan dapat menjanjikan prestasi mahasiswanya akan meningkat jika mereka terganggu belajarnya dengan suara gaduh yang ditimbulkan para tukang untuk merombak gedung. Merusak konsentrasi belajar.

Hal yang sama pada kejadian jam 7 pagi terulang kembali. Kelas kembali di bagi 2 tanpa tau siapa di kelas mana, bahkan sampai beberapa orang diantara temen2 masuk ke kelas yang salah. Gw tetap di kelas itu karena kebetulan gw terdaftar di kelas itu (gw juga baru tahu bahwa gw di kelas itu setelah beberapa temen minta waktu ke dosen yang sudah mengajar buat ngecek siapa2 aja yang seharusnya ada di kelas lain) Kebetulan salah satu dosen yang mengajar pun sedang ke luar negeri tanpa meninggalkan pesan. Padahal beliau biasanya pasti menuliskan pesan untuk mahasiswanya di papan pengumuman, tapi saat itu tidak ada (entah gw yang kurang teliti melihat papan pengumuman atau memang tidak ada). Kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Sebelum kuliah setelah istirahat gw iseng2 liat nilai2 yang terpasang di papan pengumuman. Gw liat beberapa nilai dicoret dan diganti (dengan pulpen lain). Kebetulan ini adalah perubahan yang lebih baik. Hal itu menandakan bahwa jika mahasiswa tidak mau menanyakan nilainya maka nilainya akan tetap jelek, tapi jika dia mau/berani meminta keterangan atas perolehan nilainya itu maka kemungkinan nilainya akan bertambah (kebetulan salah nilai yang diganti itu adalah nilai salah satu temen gw yang sebelumnya menanyakan remidiasi ke gw). Gw gak tau apakah ini hanya kesalahan penulisan yang berdampak pada kesalahan di portal atau memang hanya salah catat.

Gw sangat mengerti tugas dosen yang bukan hanya mengoreksi ujian-ujian mahasiswanya, yang bukan hanya 30-40 orang. Gw sangat mentolerir jika ada kesalahan penulisan yang dosen lakukan dalam pemberian nilai. Seharusnya itu menjadi masalah yang perlu di carikan jalan keluarnya bagi para bapak ibu dosen kita itu. Agar mahasiswa tak lagi menjadi korban (kalau gw boleh bilang ini sebagai) kecerobohan dosen. Dosen tetaplah manusia yang punya lelah.

Catatan kecil untuk mahasiswa (termasuk saya) : "Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberi keadilan." Terkadang kita memang harus menuntut hak kita agar tak tertindas dengan kecerobohan2 orang lain.

No comments: