Awal tahun 2014, aku memulai hidup yang baru, keluar dari zona nyaman, keluar dari kota yang membuatku tenang. 2014 aku resmi pindah ke Jakarta. Akhir tahun 2014, aku bisa menapakkan kakiku ke beberapa kota di Indonesia.
Tiap kota punya cerita. Tiap kota memberikan pengalamannya. Pertama kalinya pergi, aku ditugaskan di Lampung selama 3 bulan. Ada beberapa cerita yang tercipta di sana. Walaupun berada di tanah melayu, aku merasakan kehidupan yang hampir sama seperti di Jawa. Orang-orangnya ramah, bahasanya pun masih ramah di kupingku. Pulang dari Lampung, saya mendapat tugas keluar kota. Tidak tanggung-tanggung saya ditugaskan ke Balikpapan, kota pertama yang kudatangi di Borneo sana.
Tidak banyak cerita selama di Balikpapan, tidak banyak kata tercipta di Balikpapan. Kali itu tenagaku seperti terkuras untuk bekerja. Kembali dari Balikpapan, aku harus melakukan perjalanan ke Bandung. Seiring berjalannya waktu, perjalanan ke Bandung seperti menjadi rutinitas selain bekerja di kantor Jakarta. Lepas dari Bandung, saya mengalami long rute trip ke Gorontalo-Bandung-Medan. Ada kain Karawo dan Milu Siram dari Gorontalo. Ada Pancake Durian dan sedikit cerita perjalanan di Medan.
Kata orang, Balikpapan adalah kota yang tertib. Ketika kita menyeberang jalan, maka otomatis orang-orang yang berkendara akan membiarkan kita menyeberang dengan selamat, selama kita menyeberang di tempat yang benar. Sayangnya, aku sendiri belum dapat membuktikannya, karena seharian melakukan pekerjaanku. Bahkan untuk sekedar membeli oleh-oleh, kami lakukan di malam hari dimana toko-toko juga sudah tutup. Sedangkan kami harus meninggalkan Balikpapan pagi-pagi untuk kembali ke Jakarta.
![]() |
| Milu Siram |
Lain cerita dengan Gorontalo. Di sini, aku mendapatkan oleh-oleh dari kakak temanku, lebih tepatnya aku dititipi pia Gorontalo. Pia isi coklat dengan coklat lembut yang yummi banget. Makan satu sebenarya cukup, tapi coklatnya beneran nagih minta lagi. Selain itu ada kain karawo. Sebenarnya ini bukan kain sih, kainnya bisa dari kain apa aja (termasuk kain paris yang biasa buat jilbab), tapi uniknya serat dari ini ini di lepas, untuk kemudian di rajut lagi. Ada lagi Milu Siram. Ini adalah semacam sup jagung khasnya Gorontalo. Isinya, pastinya jagung, parutan kelapa, seledri dan (harusnya) ikan. Rasanya, hmm aku kasi 8.5/10 untuk makanan luar jawa. Milu siram ini punya rasa yang sedikit manis tapi gurih, yang seingatku tidak ada di cita rasa jawa.
![]() |
| Tiketnya gak dibolongin, tapi di sobek |
Cerita menarik datang dari Medan. Aku sempat merasa sedikit takut saat mau mendarat di Kuala Namu, Medan. Pesawat yang kutumpangi berputar mengelilingi laut. Ada terbesit pikiran negative tentang bagaimana jika nantinya harus mendarat darurat di laut. Demi menghindari pikiran-pikiran aneh, aku mengalihkan pandanganku dari jendela dan kembali membaca novel yang kubawa. Setelah menapakkan kaki ke bumi lagi, aku bersama teman kantor langsung menuju ke stasiun bandara Kuala Namu buat menuju ke Medan. Keretenya bagus, bersih dan nyaman, kalau kata temen, mirip-mirip MRT. Ada harga ada rupa. Untuk sampai ke Medan, masing-masing dari kami harus mengeluarkan Rp80.000,00 untuk sampai ke Medan dengan lama waktu tempuh lebih kurang 1 jam.
![]() |
| Yummy durian's pancake |
Selesai semua pekerjaanku di Medan, aku sempat berjalan-jalan mencari oleh-oleh khas Medan. Tujuan utamaku adalah pancake durian. Pancake yang rasanya Dureeeeeeennnnn sekali itu membuatku tak sabar ingin segera mencicipnya di Jakarta. Jadilah 2 pack pancake durian plus 2 pack titipan teman menambah bagasiku untuk pulang ke Jakarta. Sate Kerang titipan Mbak Kost juga menjadi tambahan bawaan dari Medan.
Namun, ada yang mengesalkan. Setibanya di Hotel, aku sempat menitipkan pancake itu ke pihak hotel. Dan ternyata pancakenya gak dimasukkan ke dalam freezer seperti yang ku minta, padahal pancake durian tidak akan bertahan lama di luar freezer. Untungnya pancake itu telah di pack dengan menggunakan dus steroform yang membuatnya tetap dingin dan tetap yummy setibanya di Jakarta (hmm....jadi pengen lagi, kapan ya ada temen ke Medan, hohoho)
![]() |
| Berenang Bareng Ikan |
Lepas dengan seabreg kegiatan disela-sela pekerjaan, aku juga menyempatkan diri untuk kondangan sekaligus main di Karanganyar, Jawa Tengah. Kondangannya di Karanganyar, main-mainnya di Ponggok, Klaten. Saat seorang teman menawarkan untuk bermain di Ponggok, berenang-renang dengan ikan air tawar, ku pikir Ponggok itu ada di jalan yang belum tersentuh dan tertutup gua. Ternyata Ponggok adalah sebuah pemandian umum, di pinggir jalan, yang memang menyediakan fasilitas untuk berenang-renang dengan ikan. Katanya air di Ponggok ini adalah air tanah yang keluar secara alami. Sayangnya waktu kesana, hujan turun dan membuat suasana makin dingin. Jadi aku tak bisa melanjutkan bermain-main dengan ikan-ikan ini (baca : aku sudah menggigil sebelum akhirnya kakiku kram).
![]() |
| Lagi Akur |
| Say "Cheese" |
Dan, akhir dari perjalanan akhir tahunku adalah RUMAH. Ya, aku sempat pulang sebentar dan mengobrol di ruang makan bersama orang tuaku, sebelum akhirnya dirusuhi oleh dua sepupu kecilku. Sepupuku yang jadi bahan kesibukan Mamah di rumah dan jadi hiburan Bapak kalau pulang kerja. Dua bocah cilik yang nggemesin dan kadang bikin kesel karena keingintahuan mereka, tapi juga bikin kangen dengan suara cempreng khas mereka.


.jpg)


No comments:
Post a Comment