Satu bulan ini saya punya kesempatan berkumpul, belajar hingga tidur bersama hampir 200 teman-teman baru saya. Memang diantara mereka ada yang tidak menjadi teman baru untuk saya, sebagian hingga kini ada juga yang belum benar-benar menjadi teman saya.
Kami adalah teman satu angkatan. Kami telah beberapa kali dipecah, daijadikan beberapa kelompok yang lebih kecil. Saya sendiri pernah bergabung dalam kelompok inovasi dan satu lagi sebutlah kelompok barbar dan barbarita.
Di asrama itu, kebetulan saya satu kamar dengan teman dari kelompok inovasi. Saya jadi sudah tidak canggung ataupun merasa rikuh dengannya. Tempat belanja andalan ada di depan asrama dan di seberang tempat belanja ada satu tempat karaoke. Hiburan kami selama satu bulan itu adalah karaoke.
Suatu malam, seorang teman dari kelompok inovasi mengajak saya dan teman-teman lain untuk karaoke. Rupanya dia sedang suntuk. Akhirnya, walaupun dadakan, berangkatlah kami kira-kira ber-10, 4 perempuan, sisanya laki-laki. Satu orang kebetulan sudah ada di tempat karaoke dan dia membooking ruangan untuk kami.
Satu jam kami gunakan untuk sedikit melepaskan pikiran. Beberapa lagu kami nyanyikan. Masing-masing membawakan lagu spesialisasinya, ada yang spesialisasi melayu, rock, korea, lagu nostalgia jaman ayah bunda masih muda, ada juga spesialis lagu galau.
Setelah usai, kami diperbolehkan untuk menikmati es krim yang ada di lobby tempat karaoke tersebut. Gratis. Entah karena faktor kesempatan atau apapun itulah, kami yang masih muda-muda dan penggemar es krim ini, mengambil es krim itu sedikit berlebih. Walaupun agak radang tenggorokan dan batuk, saya tetap tidak tahan untuk tidak menyomot es krim itu dan meletakkannya banyak-bayak dalam cone-nya.
Lain kesempatan, saya diajak lagi berkaraoke di tempat tersebut. Saya sempat membantu teman saya untuk mengambil es krim tersebut. Saat saya akan mengambil es krim itu untuk saya sendiri, saya dihampiri seseorang yang hendak membatu saya mengambilkan es krim untuk saya. Dari nada bicaranya saya bisa menangkap dia tidak begitu suka para pelanggannya mengambil es krim banyak-banyak. Atau mungkin dia menangkap basah saya sedang menyomot es krimnya banyak-banyak?
Entahlah, tapi yang jelas selepas saya menolak bantuannya, dia selalu mengambilkan es krim pada pelanggannya. Mungkin di atas tempat itu harus ditulisi "HANYA BOLEH 1 SCOOP/ORANG" supaya orang-orang seperti saya yang suka kalap kalau ada es krim gratisan, bisa dikendalikan :)
Jakarta, Maret 2014
Jakarta, Maret 2014
No comments:
Post a Comment