Aku pernah merasa kehilangan yang sangat dalam. Saat aku kelas 2 SMA, aku kehilangan orang yang sangat aku sayang. Orang yang selalu melindungiku, orang yang selalu percaya padaku dan orang yang selalu berkata iya saat orang lain di sekelilingku berkata tidak.
Saat beliau pergi aku limbung, aku goyah. Aku tak tahu lagi kemana lagi aku harus melangkah. Aku tak tahu lagi siapa yang akan mempercayaiku, siapa yang akan berdiri di sisiku saat semua orang menyalahkanku. Saat itu aku tidak sanggup lagi untuk menangis.
Sekarang, setelah aku lebih dewasa aku merasa beliau selalu ada di sisiku. Sebagian dari dirinya hidup di diriku. Segala nasihatnya dan kepercayaannya menumbuhkan kepercayaan diriku. Terkadang aku rindu padanya, rindu pada dongengnya sebelum aku tidur, rindu pada guyonannya, rindu pelukan hangatnya. Daripada mengenang kepergiannya aku memilih untuk percaya pada nasihatnya dan percaya beliau akan bahagia melihatku.
Kawan, jangan nangis lagi ya. Aku tahu kamu rindu, tapi carilah dirinya pada dirimu. Setidaknya itu caraku untuk mengurangi kerinduanku pada orang yang tak lagi bisa kutemui.
No comments:
Post a Comment