Waktu beresin kamar hari ini, satu kertas jatuh dari rak buku gw yang ternyata kertas jawaban ujian mid semester untuk mata kuliah manajemen. Ngeliat nilai yang cuman 60 itu gw kembali inget dan kecewa dapet nilai segitu.
Ada 1 soal dalam ujian yang bikin gw gak terima dapet nilai segitu. Pertanyaan itu berbunyi "setujukah anda bila....berikan alasan untuk jawaban anda"
Gw menafsirkan pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pendapat, yang mana kita tidak bisa menyalahkan begitu saja pendapat seseorang. Yang bisa kita salahkan adalah alasan dari jawaban yang diberikan.
Sejauh yang isa gw pikir alasan itu salah jika :
1. Tidak menjelaskan jawaban ataupun bertentangan dengan jawaban yang diberikan.
2. Melanggar hukum.
Mungkin masih banyak hal yang isa bikin alasan itu salah.
Namun, kembali lagi ke masalah, yang salah bukan pendapatnya. Orang bebas berpendapat apalagi setelah diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat. Lalu mengapa kita harus menyalahkan pendapatnya? So, setujukah anda dengan pendapat saya?
Monday, January 11, 2010
Sunday, December 27, 2009
Satu Bekal Buat Tahun Baru
Tiga minggu yang lalu gw kecelakaan lalu lintas. Gw diserempet mobil dari belakang. Walaupun saat itu gw naek motor pelan-pelan, tetep aja gw jatoh lecet-lecet, memar yang sampe saat ini pun lukanya masih ada yang belum kering.
Saat kecelakaan gw emang bilang it's ok, gw masih isa jalan. Tapi gw gak pernah duga bahwa luka yang gw rasain saat itu belum seberapa. Sakitnya baru terasa 1 minggu setelahnya dimana gw sempet ga isa jalan dan terpaksa pake tongkat buat jalan. Kuliah pun ijin akibat kecelakaan itu. Gw rugi besar.
Gw ngumpat, maki-maki si supir mobil yang nyerempet gw setelah gw ngerasain rasanya ga bisa jalan. Semua rencana gw di akhir tahun buyar gara-gara keadaan gw. Gw gak ikhlas dengan musibah ini. Sambil senyum gw inget apa yang udah mereka bilang dan mereka kasih buat ganti kerugian gw ini. Ga ada kata "maaf" karna udah nabrak gw. Walaupun gw tahu alamat mereka gw ga mau buat nuntut kerugian gw, biaya pengobatan pasca kecelakaan itu, ganti rugi kacamata gw yang pecah. Nggak, gw cuman pengen liat sejauh mana kesadaran mereka.
Sampai tadi siang, gw cerita masalah ini ke sobat gw. Dia (sambil emosi) bilang "klo gw, dari awal gw gak bakal terima klo gw disrempet. Enak aja gw udah luka-luka, sakit badan gw! Lu tahu sendiri gw orangnya gak terimaan!"
Di situ gw sadar bahwa gw sendiri pun pendendam. Walaupun gak sependendam temen kecil gw ini, gw tetep punya sikap pendendam. Entah gimana caranya gw pengen banget ngilangin rasa itu. Gw pengen nerima apa yang ada sekarang tanpa menyesalkan yang udah terjadi. Ini emang bukan sepenuhnya karna ulah gw. Tapi ini sebuah masalah buat gw. Gimana caranya gw bisa tetep fun dengan keadaan yang maksa gw buat ngerubah semua rencanya fun di akhir tahun.
Gimana caranya gw buat gak nge"brengsek"in keadaan. Keknya emang itu pe-er gw saat ini buat awal tahun. Gw emang biasa mengkambinghitamkan keadaan, tapi gw gak sadar ternyata kebiasaan buruk gw itu udah terlalu menjadi. Yang terpenting sekarang ini bukan siapa yang patut dipersalahkan, tapi apa yang isa dilakukan buat membenahi keadaan.
Moga makin hari gw isa makin bijak dalam menjalani hidup.
Saat kecelakaan gw emang bilang it's ok, gw masih isa jalan. Tapi gw gak pernah duga bahwa luka yang gw rasain saat itu belum seberapa. Sakitnya baru terasa 1 minggu setelahnya dimana gw sempet ga isa jalan dan terpaksa pake tongkat buat jalan. Kuliah pun ijin akibat kecelakaan itu. Gw rugi besar.
Gw ngumpat, maki-maki si supir mobil yang nyerempet gw setelah gw ngerasain rasanya ga bisa jalan. Semua rencana gw di akhir tahun buyar gara-gara keadaan gw. Gw gak ikhlas dengan musibah ini. Sambil senyum gw inget apa yang udah mereka bilang dan mereka kasih buat ganti kerugian gw ini. Ga ada kata "maaf" karna udah nabrak gw. Walaupun gw tahu alamat mereka gw ga mau buat nuntut kerugian gw, biaya pengobatan pasca kecelakaan itu, ganti rugi kacamata gw yang pecah. Nggak, gw cuman pengen liat sejauh mana kesadaran mereka.
Sampai tadi siang, gw cerita masalah ini ke sobat gw. Dia (sambil emosi) bilang "klo gw, dari awal gw gak bakal terima klo gw disrempet. Enak aja gw udah luka-luka, sakit badan gw! Lu tahu sendiri gw orangnya gak terimaan!"
Di situ gw sadar bahwa gw sendiri pun pendendam. Walaupun gak sependendam temen kecil gw ini, gw tetep punya sikap pendendam. Entah gimana caranya gw pengen banget ngilangin rasa itu. Gw pengen nerima apa yang ada sekarang tanpa menyesalkan yang udah terjadi. Ini emang bukan sepenuhnya karna ulah gw. Tapi ini sebuah masalah buat gw. Gimana caranya gw bisa tetep fun dengan keadaan yang maksa gw buat ngerubah semua rencanya fun di akhir tahun.
Gimana caranya gw buat gak nge"brengsek"in keadaan. Keknya emang itu pe-er gw saat ini buat awal tahun. Gw emang biasa mengkambinghitamkan keadaan, tapi gw gak sadar ternyata kebiasaan buruk gw itu udah terlalu menjadi. Yang terpenting sekarang ini bukan siapa yang patut dipersalahkan, tapi apa yang isa dilakukan buat membenahi keadaan.
Moga makin hari gw isa makin bijak dalam menjalani hidup.
Wednesday, November 18, 2009
14 November 2009
Satu jiwa kembali lahir ke bumi ini. Satu laki-laki suci dari rahim sang ibu dilahirkan hari itu. Aku bukan ibunya dan takkan sanggup menjadi ibunya.
Hari itu sahabat terbaikku resmi menjadi ibu dari putra pertamanya. Dia menjadi seorang wanita yang sempurna hari itu. Sempurna dengan keluarganya. Walaupun tak melihat wajahnya, aku yakin dia takkan bisa menyembunyikan senyum manisnya.
Aku tersenyum disini setelah mengucapkan selamat dan doa untuk mereka lewat telepon. Kamu membuatku menjadi orang tua dengan panggilan "tante", dan menyakinkanku bahwa aku sudah menjadi orang tua juga sepertimu. Kamu selalu mengajarkan dan menyadarkanku atas hal-hal yang terkadang ku lupakan dalam hidupku.
Selamat sobat atas kelahiran si kecil mu.
Hari itu sahabat terbaikku resmi menjadi ibu dari putra pertamanya. Dia menjadi seorang wanita yang sempurna hari itu. Sempurna dengan keluarganya. Walaupun tak melihat wajahnya, aku yakin dia takkan bisa menyembunyikan senyum manisnya.
Aku tersenyum disini setelah mengucapkan selamat dan doa untuk mereka lewat telepon. Kamu membuatku menjadi orang tua dengan panggilan "tante", dan menyakinkanku bahwa aku sudah menjadi orang tua juga sepertimu. Kamu selalu mengajarkan dan menyadarkanku atas hal-hal yang terkadang ku lupakan dalam hidupku.
Selamat sobat atas kelahiran si kecil mu.
Musim Hujan Waktu Itu
Jogja hujan hari ini. Hujan yang cukup deras hingga menahanku di kampus. Ingatanku melayang saat aku kecil dimana aku menyukai hujan. Hujan itu menyenangkan. Dingin itu membuatku nyaman.
Wajarnya anak kecil, aku pun senang bermain-main di bawah terpaan hujan. Sebagai orang tua tentu melarang anaknya untuk bermain-main di bawah air hujan yang bisa membuatnya demam. Suatu ketika aku diperbolehkan untuk "mandi" di bawah air hujan.
Seingatku hujan sudah beberapa hari turun di kota kecilku tanpa mempersilakan matahari menyapa sedetik pun. Aku bosan karena harus terus berada di rumah. Aku ingin keluar bermain-main dengan air yang turun dari langit itu.
Akhirnya aku mendapat kesempatan itu. Aku bisa mandi di bawah genteng yang membuat air hujan turun lebih deras lagi. Serasa mandi di bawah air terjun. Walaupun tak terlalu lama aku senang bisa menyapa hujan waktu itu. Walaupun harus mandi lagi, aku senang bisa sediki bermain dengan hujan.
Sekarang, aku hanya bisa menikmati hujan dari dalam kamarku. Memandang air yang turun dari langit membuat kegaduhan tersendiri. Mencium bau debu yang tersiram air saat hujan mulai turun. Tetapi rasa itu tetap ada. Rasa ingin berdiri di bawah hujan deras sambil merasakan dinginnya air langit.
Wajarnya anak kecil, aku pun senang bermain-main di bawah terpaan hujan. Sebagai orang tua tentu melarang anaknya untuk bermain-main di bawah air hujan yang bisa membuatnya demam. Suatu ketika aku diperbolehkan untuk "mandi" di bawah air hujan.
Seingatku hujan sudah beberapa hari turun di kota kecilku tanpa mempersilakan matahari menyapa sedetik pun. Aku bosan karena harus terus berada di rumah. Aku ingin keluar bermain-main dengan air yang turun dari langit itu.
Akhirnya aku mendapat kesempatan itu. Aku bisa mandi di bawah genteng yang membuat air hujan turun lebih deras lagi. Serasa mandi di bawah air terjun. Walaupun tak terlalu lama aku senang bisa menyapa hujan waktu itu. Walaupun harus mandi lagi, aku senang bisa sediki bermain dengan hujan.
Sekarang, aku hanya bisa menikmati hujan dari dalam kamarku. Memandang air yang turun dari langit membuat kegaduhan tersendiri. Mencium bau debu yang tersiram air saat hujan mulai turun. Tetapi rasa itu tetap ada. Rasa ingin berdiri di bawah hujan deras sambil merasakan dinginnya air langit.
Wednesday, November 4, 2009
Saya Sudah Berdiri...
Tadi gw sama temen2 kost pergi buat foto kost. Sebenernya ini bukan agenda kost tahunan, cuman pas ada duit aja. Nah kebetulan pas foto gw kebagian di belakang. Udah kecil debelakang nyempil pula.
Sang fotografer bilang ke gw "mbaknya yang pake baju item itu pindah agak kesamping berdiri aja mbak.." Waktu itu posisi gw emang udah berdiri. Dengan nurutnya gw pindah rada ke samping. Trus si fotografer masih ngatur2 yang lain, pas liat gw lagi dia bilang "mbaknya berdiri apa duduk?" dengan lugunya gw jawab "saya berdiri kok..."
Jelas aja anak2 kost pada ketawa denger jawaban lugu gw....akhirnya gw foto pake bajikan bantal kecil jadi badan gw rada nampak....huhuhuhu...
Sang fotografer bilang ke gw "mbaknya yang pake baju item itu pindah agak kesamping berdiri aja mbak.." Waktu itu posisi gw emang udah berdiri. Dengan nurutnya gw pindah rada ke samping. Trus si fotografer masih ngatur2 yang lain, pas liat gw lagi dia bilang "mbaknya berdiri apa duduk?" dengan lugunya gw jawab "saya berdiri kok..."
Jelas aja anak2 kost pada ketawa denger jawaban lugu gw....akhirnya gw foto pake bajikan bantal kecil jadi badan gw rada nampak....huhuhuhu...
Tuesday, October 13, 2009
Mendoan
Bagi yang belum pernah makan mendoan ataupun belom tau mendoan itu makanan apa bukan tulisan kecil di bawah ini mungkin berguna.
Mendoan berasal dari kata "mendo" yang artinya belum sepenuhnya matang merupakan tempe yang biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih lebar dan tipis daripada tempe biasa. Biasanya tempe ini memang sengaja diolah saat masih "mendo", jamur tempenya belum terlalu banyak.
Cara pengolahannya adalah menggorengnya menggunakan campuran tepung + air, ditambah bumbu-bumbu antara lain garam, ketumbar, bawang putih yang ditumbuk halus serta irisan daun bawang atau bisa diganti dengan daun kucai. Tempe digoreng setengah matang atau bisa disebut "nyemek" dan disajikan panas.
Jadi mendoan bukanlah tempe yang diiris tipis-tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung.
Nah, itu sedikit info tentang mendoan. Bagi yang belum pernah liat gimana bentuk dan penyajian mendoan semoga info ini bisa ngasih sedikit gambaran, dan bagi yang belum bisa MEMBEDAKAN mendoan dan TEMPE GORENG TEPUNG semoga mendapat pencerahan.
Peace :D
Mendoan berasal dari kata "mendo" yang artinya belum sepenuhnya matang merupakan tempe yang biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih lebar dan tipis daripada tempe biasa. Biasanya tempe ini memang sengaja diolah saat masih "mendo", jamur tempenya belum terlalu banyak.
Cara pengolahannya adalah menggorengnya menggunakan campuran tepung + air, ditambah bumbu-bumbu antara lain garam, ketumbar, bawang putih yang ditumbuk halus serta irisan daun bawang atau bisa diganti dengan daun kucai. Tempe digoreng setengah matang atau bisa disebut "nyemek" dan disajikan panas.
Jadi mendoan bukanlah tempe yang diiris tipis-tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung.
Nah, itu sedikit info tentang mendoan. Bagi yang belum pernah liat gimana bentuk dan penyajian mendoan semoga info ini bisa ngasih sedikit gambaran, dan bagi yang belum bisa MEMBEDAKAN mendoan dan TEMPE GORENG TEPUNG semoga mendapat pencerahan.
Peace :D
Wednesday, September 30, 2009
Jogja Macet
Tadi siang sekitar jam 1 Jalan Kaliurang km 4,5 macet. Ga total sih, tapi itu bisa dibilang macet buat kawasan Jogja. Kemacetan itu gara-gara ada galian di deket Eiger. Disamping itu jam 1 merupakan waktu kerja dimana orang2 rata2 balik ke tempat kerja mereka atau tempat kuliah. Hal itu bikin jalan makin rame.
Gw termasuk salah satu orang yang make jalan itu buat balik ke kampus. Traffic light seakan ga berguna, karna kendaraan hampir jadi satu di tengah perempatan dari 2 jalur yang berbeda.
Saat itu yeng terpikir di otak gw, dimana sih polisi2 lalulintas? Bukannya perempatan selokan itu ada pos polisinya? Masa ada kemacetan yang ga biasa terjadi ga ada satupun polisi yang keluar, berkorban panas-panas buat ngatur lalu lintas yang sempet semrawut itu? Padahal terkadang polisi2 tersebut rajin ngawasi pengguna jalan dan ngasih tilang ke pelanggar.
Ini bukan suatu bentuk protes atau hujatan atau apaapun sejenis itu. Gw cuman menanyakan dimana keberadaan polisi2 lalulintas saat emang dibutuhkan?
Gw termasuk salah satu orang yang make jalan itu buat balik ke kampus. Traffic light seakan ga berguna, karna kendaraan hampir jadi satu di tengah perempatan dari 2 jalur yang berbeda.
Saat itu yeng terpikir di otak gw, dimana sih polisi2 lalulintas? Bukannya perempatan selokan itu ada pos polisinya? Masa ada kemacetan yang ga biasa terjadi ga ada satupun polisi yang keluar, berkorban panas-panas buat ngatur lalu lintas yang sempet semrawut itu? Padahal terkadang polisi2 tersebut rajin ngawasi pengguna jalan dan ngasih tilang ke pelanggar.
Ini bukan suatu bentuk protes atau hujatan atau apaapun sejenis itu. Gw cuman menanyakan dimana keberadaan polisi2 lalulintas saat emang dibutuhkan?
Subscribe to:
Posts (Atom)