Satu jiwa kembali lahir ke bumi ini. Satu laki-laki suci dari rahim sang ibu dilahirkan hari itu. Aku bukan ibunya dan takkan sanggup menjadi ibunya.
Hari itu sahabat terbaikku resmi menjadi ibu dari putra pertamanya. Dia menjadi seorang wanita yang sempurna hari itu. Sempurna dengan keluarganya. Walaupun tak melihat wajahnya, aku yakin dia takkan bisa menyembunyikan senyum manisnya.
Aku tersenyum disini setelah mengucapkan selamat dan doa untuk mereka lewat telepon. Kamu membuatku menjadi orang tua dengan panggilan "tante", dan menyakinkanku bahwa aku sudah menjadi orang tua juga sepertimu. Kamu selalu mengajarkan dan menyadarkanku atas hal-hal yang terkadang ku lupakan dalam hidupku.
Selamat sobat atas kelahiran si kecil mu.
No comments:
Post a Comment