Friday, February 19, 2016

Hai Hai Apa Kabar

Hai hai apa kabar? Hampir satu tahun tidak berjumpa. Hampir satu tahun tidak memposting apa-apa di sini. Hampir satu tahun yang....yah mungkin sudah banyak yang berubah dengan aku.

Bagaimana kabarmu?
Kabarku? Ah iya, aku masih tetap ada di Jakarta dan mungkin membusuk di kota ini. Mungkin agak kejam kata-kataku. Iya memang, aku masih memandang sinis kehidupan di sini, tetapi jangan salah aku adalah salah satu makhluk yang kusinisi sendiri. Mungkin aku sudah berubah menjadi orang-orang kota yang cuek dan tak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi di sekitarnya, dengan kata lain "yang penting gue..." lanjutkan sendiri lah kata-katanya.

Lama tak menulis
Tidak, jangan salah. Aku banyak menulis. Banyak draft yang aku hasilkan selama hampir setahun ini. Tetapi sepertinya aku sedang kehilangan separuh diriku untuk menulis. Aku seperti bukan aku. Seperti ada yang salah dengan diriku. Ah betul, mungkin bisa dibilang aku sedang berperang dengan diriku sendiri, menentukan sikap seperti apa yang akan aku ambil. Akan menjadi siapa aku nantinya dengan sikap itu. Maklumlah, usiaku sudah tidak semuda dulu dimana belum terlalu banyak pengalaman yang aku dapatkan sehingga jendela pikiranku lebih sempit dari diriku kini. Bukan berarti kali ini pengalamanku sudah banyak, ya. No. Aku yakin masih banyak hal di luar sana yang belum aku tahu dan belum aku coba, jalanku masih panjang kawan. Masih banyak bahan tulisan yang belum temukan, masih banyak kehidupan yang bisa aku jadikan bahan untuk tulisanku.

Menyimpan cerita
Aku menyimpan beberapa cerita sebenarnya. Hanya aku belum yakin aku harus menuliskan seperti apa. Tidak semua cerita itu aku alami sendiri, ada banyak cerita yang menurutku menarik untuk aku ceritakan, untuk menjadi catatan dalam hidupku. Sebagai pengingatku bahwa hidup itu tidak datar-datar saja.

Sementara.
Kali ini aku hanya sempat berbagi kabar, bukan berarti aku berhenti menulis. Sabarlah menanti. Aku hanya bisa menjanjikan aku akan menulis lagi tentunya, walaupun hanya satu huruf saja. Jadi, seperti biasa aku akan bilang, sampai nanti dan tunggulah ceritaku selanjutnya, karena aku akan terus bercerita.


Salah satu gedung yang 'enggak tinggi di Jakarta, Lantai 3, sebelum Jumatan
19 Februari 2016

No comments: