Thursday, March 19, 2015

Yes, I Remember

Jakarta selalu macet saat jam pulang kantor. Aku tak pernah memahami kenapa orang-orang betah tinggal di Jakarta dengan segala kemacetan itu. Namun, sekali waktu saat pulang kerja dengan kemacetan yang luar biasa di daerah Kemang aku bisa menikmati perjalanan pulangku.

Kala itu aku memang sedikit mengeluhkan jalanan yang terlalu macet. Aku mampir sebentar untuk membeli mendoan dan mengistirahatkan tanganku yang lelah memutar gas motor biruku. Tiba-tiba aku mendengar lagu yang entah bagaimana membawa ingatanku ke suatu ketika di kota tua itu. Kilasan-kilasan kejadian yang menyenangkan tiba-tiba muncul dan membawa kenangan seperti saat itu.

Dan tiba-tiba aku merasakannya lagi. I felt in love. I don't know for sure which one I'm in love to. What I know is I love both of it. The people and the place, both of them are special for me. Aku bahagia bisa merasakannya lagi. Bukan berarti sebelumnya rasa itu telah hilang. Tidak, dia tidak hilang hanya sedikit terlupakan oleh segala aktivitas di kota ini. Saat itu aku seperti merasakan kembali atmosfer kota tua itu dengan segala aktivitasku di dalamnya. Senyumku mengembang seolah aku berada di sana. Tidak ada yang berbeda, ada dia, mereka ataupun dia yang lain. Seolah aku bisa mencium tiap detil aroma yang keluar di kota itu. Ya, mungkin aku terlalu rindu akan kenyaman yang aku buat sendiri di kota itu. Aku memang rindu, bersamanya, aku rindu untuk pulang. 

Thank's God I could still have a memory of it and I could still have the same feeling. Not everyone could feel like this.  

i remember the way you read your books,
yes i remember the way you tied your shoes,
yes i remember the cake you loved the most,
yes i remember the way you drank you coffee,
i remember the way you glanced at me, 

yes i remember when we caught a shooting star,
yes i remember when we were dancing in the rain in that december
and the way you smile at me, yes i remember


 *penggalan lagu I remember - Mocca

 

No comments: