Friday, April 5, 2013

Once Upon A Time In Sentul International Circuit

Kemarin waktu di Jakarta Big Uncle-ku sempat membawaku mampir ke Sentul, tepatnya di Sirkuit Internasional Sentul. Tujuan utamanya adalah kerjaan dia, sebagai salah satu dari pegawai sponsor di acara itu. Tujuan sampingan jelas nonton balapan meski bukan di tribun penonton. 

Kami nonton balapan di sekitar arena balap. Aku jadi lebih tahu sebenernya nonton di situ itu bahaya. Bayangin kalau ada motor crash dan dia kepental keluar arena. Masih mending kalau cuman orangnya yang keluar arena, nah kalau motornya. Bayangan adegan film Final Destination 4 langsung berputar di otakku sekarang. 

Nonton balapan itu menurutku seru kalau ada yang tabrakan. Oke, bukan aku berharap bakal ada kecelakaan di setiap pertandingan balap tapi itu keren, pake banget! Pastilah sakit orang kecelakaan walaupun mereka udah pake jaket, helm dan semua safety yang melekat di badan mereka, tapi justru itu serunya (iya gak sih? kalau menurutku sih, iya!). Jadi, nonton di tv itu seru, tapi nonton kecelakaan pas balap motor langsung dengan mata kepala sendiri itu lebih seru, dan saya sempat tertawa puas dan high five sama si Big Uncle pas liat motor crash itu. Kejadiannya cepet banget. Pas di belokan, salah satu motor kegelincir dan ngenain motor lain. Aku lupa udah lap berapa waktu itu, tapi yang jelas mereka sebenernya udah cukup ada di depan. Urutan ke 3 dan 4 kalau aku gak salah hitung. 

Hal lain yang aku perhatikan waktu nonton di pinggir lapangan di bawah pohon  waktu itu. Aku nonton di tengah-tengah keluarga salah satu pembalap yang lagi berjuang. Aku bisa ngerti bahwa mereka berharap si pembalap ini menang. Tapi yang aku gak bisa ngerti adalah buat apa mereka teriak-teriak nyemangati si pembalap ini. Jelas-jelas si pembalap ini cuman fokus ke depan, kanan kiri pun kalau ada motor lain di sampingnya dan dengan suara motor yang bikin kupingku iritasi ini aku yakin dia juga gak akan denger suara teriakan semangat dari keluarganya. Okelah kalau dia ini lagi balap karung, dia masih bisa denger masih bisa liat keluarganya nyemangati dia, tapi ini balap motor dengan semua safety yang melekat. Ok, perhaps it's too much. I know they just cheer up their family but c'mon he didn't know and perhaps he didn't care. I just think why they don't just pray for his safety and being a winner, why should they're yelling him. That's a funny thing.

Emm, tapi mungkin jika aku adalah keluarga salah satu dari pembalap ini aku juga akan melakukan hal yang sama. Yeah, once upon a time in Sentul International Circuit.

No comments: