Kenapa takut kalau memang benar. Dalam kasus yang bakal gw ceritain kali ini lebih cocok kalo kalimat tadi gw ganti dengan "kenapa takut kalo emang ngerasa mampu".
Kita ambil contoh mudah, ketika kamu memang merasa mampu di bidang matematika, ujian matematika tentunya bukan suatu hal yang menakutkan. Tidak akan pernah ada kata "kenapa mesti ada ujian matematika? Ini tidak adil buatku," akan terucap dari mulut seseorang yang memang mampu di bidang matematika.
Suatu kompetisi menjadi tidak fair ketika seseorang yang bukan di bidang matematika ditandingkan di bidang matematika tanpa sepengatahuannya. Kompetisi menjadi tidak fair ketika seorang anak SD disuruh berlomba dengan anak SMA dengan materi yang baru disampaikan di SMA.
Jadi, kenapa mesti takut dikompetisikan kalau memang mampu. Kenapa mesti harus mengandalkan menjadi calon tunggal. Kenapa mesti harus takut untuk bertanding. Gw rasa orang yang bilang "ini gak fair buat kami" adalah orang yang takut melihat kekalahannya. Dengan kata lain dia tidak bisa menerima kekurangannya. Orang tersebut adalah seorang pengecut, dan biasanya seorang pengecut tak lebih dari seorang pencundang. Jadi, Kenapa Takut?
1 comment:
horree.. pecundang..
kalah sebelum bertanding.. walau menang, bukan menang namanya..
gimana mau jadi pemimpin? pecundang gt koq.. :p
Post a Comment