Thursday, June 11, 2009

Kompleks

Aku mendapatinya sebagai sesuatu yang kompleks. Terdiri dari beberapa hal simple sebenernya tapi entah bagaimana caranya perasaanku membuatnya makin rumit. Sesuatu yang kompleks itu tak mampu aku pecahkan dengan semua logika yang aku miliki. Dia seperti senyawa yang mempunyai ikatan yang kuat satu sama lainnya.

Perasaan itu ga bisa di rencanakan. Dia dateng, dateng aja. Dia ninggalin lobang gitu ajah. Kerasnya logika bikin perasaan itu semakin jadi. Mau dibunuh ga bisa setengah setengah. Mau dibiarin dia tetep aja berkembang biak. Aku pikir aku bisa melampiaskan emosi layaknya 100% cewek normal. Tapi hasilnya nol besar. Pikiranku ikut andil di dalamnya.

Terkadang aku pengen ngelepasin pikiranku, tapi dia begitu cerewet dengan logikanya yang akhirnya perasaanku hanya bisa mengalah. Setelah berperang logikaku pun melemah hingga dia tak menyadari bahwa diriku kesuliatan mengambil udara. Terlalu banyak CO2 yang ada di paru2 menyesakkan rongga dada. Bernafas perlahan sekali saja belum cukup untuk menormalkan kembali keadaan. Ternyata jika perasaan dan logika lagi ga sejalan tapi dipaksa dicampur hasilnya malah bikin badan lemes.

No comments: