Saturday, November 19, 2011

Sementara

Ini lirik lagunya float yang kebetulan dinyanyiin temen gw barusan, walaupun suara rada putus2 and kresek2 gara2 koneksi parah gw, tapi paling gak bisa gw denger dan bisa sedikit meredakan kegalauan malming kelabu gw.
Thx udah mau nyanyi + maen gitar buat gw, walaupun koneksi gw parahnya ampun2an sampe2 bikin kesel. And thank's for singing this song and make ​​me realize that we just not yet find the right person


Here's the lyrics.


Sementara teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara ingat lagi mimpi
Juga janji janji
Jangan kau ingkari lagi

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Jangan henti disini

Sementara lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku
Dan sementara akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Jangan henti disini


Song : Sementara by Float

Wednesday, October 26, 2011

Arem-arem Isi Penasaran

Suatu pagi pada saat pelatihan speak up

Teman : "Ini isinya apa ya?" Sambil memungut isi dari dus snack yang diberikan
Gw : "Paling arem2, klo gak ayam ya sayur"

Satu gigitan dia makan, tetapi si arem2 belum menunjukkan isi dalemannya. Gw yang tadinya gak tertarik menjadi penasaran dengan isi si arem-arem (karena kebetulan saaat itu perut gw juga sudah bernyanyi)

Gw : "Gigit lagi, keknya isinya masih di dalem tuh,"
Gigitan kedua juga belum menampakkan tanda-tanda isi si arem-arem. Gw terus ngeliatin dan ngasih semangat temen gw buat makan arem-arem itu. Sampai akhirnya pada gigitan keempat.

Teman : "Ini gigitan terakhir, lu mau bilang isinya masih di bawah lagi. Habis ini yang ada cuman daonnya,"
Ternyata memang benar arem-arem temen gw gak ada isinya. Sepertinya memang sang pembuat arem-arem lupa menaruh isinya, karena temen yang lain menunjukkan isi arem-aremnya.

Arem-arem gw? Gw tinggalin di atas meja, karena gw pergi sebelum sempet makan arem-arem itu.

Soal speak upnya, gw suka pembicaranya cuman pemandunya bikin bosen, panitianya gak bisa bikin acara itu lebih menarik.

Sunday, October 16, 2011

Belajar Memimpin

Gw percaya tiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin. Tiap orang wajib memimpin dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dalam hidupnya.

Jadi pemimpin itu gak gampang. Apalagi mimpin orang lain, memimpin diri sendiri gw rasa juga cukup berat. Mulai dari mendisiplinkan diri, tau mana yang menjadi prioritas dan menjalankannya. Gw terkadang masih suka bandel dengan aturan-aturan hidup yang gw bikin sendiri.

Kalo jadi pemimpin buat orang lain idealnya orang tersebut udah isa memimpin dirinya dengan baik dulu. Tapi seperti teori lain, keadaan ideal itu sangat jarang ditemui atau bahkan nyaris gak mungkin terjadi. Seorang pemimpin harus mampu menilai mana yang lebih prioritas, mengambil keputusan dengan cepat dan satu hal lagi bisa bersikap profesional. Salah satu sikap profesional yang isa terlihat dari seorang pemimpin adalah isa mengontrol diri baik ucapan maupun berbuatan.

Harusnya seorang pemimpin isa dengan lugas memilih mana yang baik dan mana yang salah. Bisa dengan cepat mengambil keputusan dan meraih kesempatan yang jarang ada. Seorang pemimpin juga harusnya isa bersikap optimis dan memberikan semangat pada anak buahnya ketika mereka terjatuh. Gw pikir hal itu harus dimulai dari sendiri.

Bagaimana mungkin seseorang diharapkan menjadi pemimpin apabila dia masih belum tau mana yang menjadi prioritas untuk dirinya sendiri.
Bagaimana mungkin seseorang diharapkan menjadi seorang pemimpin apabila dia masih belum bisa mengambil kesempatan yang mungkin ada.
Bagaimana mungkin seseorang dihaapkan menjadi seorang pemimpin apabila dia masih belum bisa menyemangati dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dan hanya pasrah dengan keadaan
Bagaimana mungkin seseorang diharapkan menjadi pemimpin apabila kata-kata "ya memang tidak mampu" kerap keluar dari mulutnya tanpa usaha untuk memperbaiki diri.
Dan terahir, bagaimana mungkin seseorang yang tak tahan kritik diharapkan untuk menjadi payung bagi anggotanya.

Gw pikir, gw masih termasuk salah satu di antaranya. Gak pernah ada salahnya sesekali bercermin dan menilai diri sendiri, "sudah mampukah gw untuk menjadi pemimpin buat diri gw sendiri?"

Saturday, October 15, 2011

Kenapa Takut?

Kenapa takut kalau memang benar. Dalam kasus yang bakal gw ceritain kali ini lebih cocok kalo kalimat tadi gw ganti dengan "kenapa takut kalo emang ngerasa mampu".

Kita ambil contoh mudah, ketika kamu memang merasa mampu di bidang matematika, ujian matematika tentunya bukan suatu hal yang menakutkan. Tidak akan pernah ada kata "kenapa mesti ada ujian matematika? Ini tidak adil buatku," akan terucap dari mulut seseorang yang memang mampu di bidang matematika.

Suatu kompetisi menjadi tidak fair ketika seseorang yang bukan di bidang matematika ditandingkan di bidang matematika tanpa sepengatahuannya. Kompetisi menjadi tidak fair ketika seorang anak SD disuruh berlomba dengan anak SMA dengan materi yang baru disampaikan di SMA.

Jadi, kenapa mesti takut dikompetisikan kalau memang mampu. Kenapa mesti harus mengandalkan menjadi calon tunggal. Kenapa mesti harus takut untuk bertanding. Gw rasa orang yang bilang "ini gak fair buat kami" adalah orang yang takut melihat kekalahannya. Dengan kata lain dia tidak bisa menerima kekurangannya. Orang tersebut adalah seorang pengecut, dan biasanya seorang pengecut tak lebih dari seorang pencundang. Jadi, Kenapa Takut?

Saturday, October 8, 2011

Curcol Saya Hari Ini

Memahami perbedaan makna mungkin agak sulit bagi sebagian orang. Saya sendiri terkadang mengalaminya. Contohnya, tidak menyiarkan bukan berarti menutupi. Anggaplah keluarga anda sendiri memiliki suatu cacat, bukankah cacat tersebut tak perlu ditutupi ataupun di siarkan pada semua yang tak berkepentingan. Sebuah organisasi juga teradang memiliki kekurangan, tetapi jika kita akan melalukan promosi tentang suatu organisasi bukankah tak perlu untuk menyebarluaskan kekurangan organisasi tersebut? Logikanya adalah jika kita melukan suatu promosi, kita akan mengajak seseorang dengan memperlihatkan daya tarik yang dimiliki organisasi tersebut, bukan malah menyebarkan kekurangan organisasi yang bersangkutan. Kekurangan tersebut seharusnya hanya menjadi problem anggotanya untuk diselesaikan dan dicari jalan keluar yang terbaik.

**ungkapan kekecewaan seorang 'mantan' anggota organisasi tersebut**

Tuesday, September 27, 2011

Our 'Little' Problem

Beberapa hari yang lalu saya diminta oleh salah satu teman membantunya mengerjakan penelitian untuk thesis S2-nya. Singkatnya bantuan yang diminta darinya adalah menghitung jumlah kendaraan yang melintas selama 1 jam. Tak perlu saya sebutkan bagaimana cara menghitungnya. Yang menarik bagi saya adalah percakapan yang terjadi antara saya dan bapak polisi yang kebetulan lewat di tempat saya bekerja.

"Mbak, saya mau tanya. Kenapa sih yang dihitung selalu volume kendaraannya, bukan kapasitas jalannya" Tanya pak polisi itu.
"Saya kurang tau, Pak. Ini bukan penelitian saya. Disini saya hanya membantu," jawab saya waktu itu.
"Menurut mbak, gimana nih caranya biar mengurasngi kemacetan? Yah, menurut mbaknya aja," tanya pak polisi.
"Pembatasan jumlah kendaraan sekaligus peningkatan fasilitas kendaraan umum." Jawab saya.
"Tapi mbak, orang beli kendaraan itukan pake duit sendiri-sendir, seharusnya pemerintah gak boleh ngelarang yang seperti itu. Gimana kalo solusinya pembedaan waktu. Misalnya waktu masuk sekolah jam 7, terus waktu masuk kantor jam 8, kan itu juga bisa mengurangi kemacetan" kata pak polisi itu.

Nah dari percakapan singkat itu, saya kembali memikirkan pertanyaan pak polisi itu. Kemacetan sekarang merupakan salah satu dari masalah bukan? Bagi yang tinggal (sebut saja) di Jakarta, mungkin sudah terbiasa dengan macet. Berangkat lebih awal sebagai salah satu cara 'menghindari' kemacetan, tetapi bukan solusi untuk mengurangi kemacetan bukan? Apa bedanya dengan perbedaan jam kantor dan jam sekolah? Apa itu bukan cara lain untuk menghindari kemacetan?

Saya pikir, sebenarnya pembatasan jumlah kendaraan di jalan bisa dilakukan. Misalnya dengan pelarangan penggunaan BBM bersubsidi. Namun, hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan transportasi umum. Hal itu dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum lagi daripada kendaraan pribadi.

Kenyataannya, sekarang ini keamanan dalam kendaraan umum sangat kecil, ditambah lagi beberapa fasilitas lain yang tak mengenakan. Tempat duduk gak nyaman, kendaraan kotor, mesin tak terawat adalah beberapa dari 'fasilitas' yang kurang menyenangkan di kendaraan umum.

"Masalah Kecil" ini bisa jadi besar nantinya, tetapi masih ada kemungkinan 'masalah kecil' ini bisa teratasi, kalau kita sama-sama peduli.

Saturday, August 6, 2011

Only Time

Gw inget satu pertanyaan yang terlontar dari mulut gw ke temen gw "kalo emang Tuhan menciptakan rasa sayang itu buat kebahagiaan, kenapa gw mesti sakit karena sayang sama orang lain?"

Jawaban dari temen gw "Yah, itu sih karna apes aja, kayak gw, lu. Yang namanya orang yang pernah sakit itu pasti ninggalin bekas, dan bekas itu kalo dikorek masih tetep sakit."

Saat jawaban dari temen gw terlontar gw gak tau apa yang harus gw lakuin. Gw gak tau apa jawaban itu bener apa engga. Secara tiba-tiba gw ngerasa ngilu sendiri, gw ngerasain lagi sakit yang sempet gw lupain.

Ah, sudahlah. Toh luka itu makin lama akan mengering dengan sendirinya. Jaringan kulit akan membentuk sel-sel baru yang akan menggantikan sel lama yang telah mati. Yang dibutuhkan hanyalah waktu. Ada saatnya nanti rasa sayang itu terbalaskan, walaupun bukan dengan orang yang kita sayang saat ini. Mungkin memang harus begini dahulu, mungkin memang belom saatnya.