Friday, January 16, 2009
Kekesalan yang Berlanjut
Jalan cerita dimulai pukul 8 pagi ketika gw harus memaksa diri buat mandi pagi dan berangkat sidang yang sebenernya dimulai jam 9. Pagi tadi gw lum nemu korban yang mau nenmenin gw waktu sidang. Tapi sebelum mandi gw berhasil dapet mangsa yang mau nemenin gw buat sidang.
Jam 9 kurang 2 menit gw ma mba kos dah sampe ke pengadilan negri, itupun pake acara kesasar dan puter arah. Bukannya gw ga cari tau tempatnya, tapi emang gw mengikuti insting gw yang parah tentang arah. Intinya stelah sampe di sana gw sempet syok ngeliat orang2... Dan kupikir gw dah telat, gw langsung tanya ma salah satu pegawai yang masih berseragam olah raga di sana tentang sidang tilangan gw yang ternyata belum dimulai. Gw disuruh nunggu bersama teman2 terdakwa yang lain.
Jam setengah sepuluh mulailah para terdakwa di panggil satu persatu berdasarkan copian surat tilangnya. Berhubung tulisan di surat tilang gw itu amat sangat tidah bisa di baca, begitu pula yang terjadi pada copiannya, jadilah nama gw dilewati oleh si pegawai pengadilan negri itu. Yang hasilnya gw harus dapet hampir antrian terakhir buat di sidang. Alhasil lagi, begitu baru duduk di kursi terdakwa hakim langsung menjudge 15.000 tanpa menanyakan "kenapa?". Padahal terdakwa yang lain sebelum gw ditanyain dulu. Gw ngerasa hak gw buat membela diri di depan hukum ga dikasih. Gw bilang ini disebabkan ma tulisan si polisi yang jelek!
Intinya kemarahan gw ma polisi yang kemaren muncul lagi. Kali ini disebabkan ma tulisan c polisi yang jeleknya minta ampun!Gw jadi mikir jangan2 tuh polisi dulu waktu lulus SDnya nyogok lai ye...makanya sekarang juga suka di sogok!
Satu lagi kritikan gw buat polisi-polisi yang terkadang suka membanggakan dirinya : belajarlah membaca dan menulis yang baik dan benar. Jadinya bisa nulis nama orang dengan tepat. Kalo bisa baca ma tulis yang baik kan masalah nama di persidangan seharusnya ga ada. Ga ada orang yang perlu bertanya "kenapa nama saya tidak dipanggil tapi ternyata ada" hanya karena tulisan yang emang ga bisa dibaca.
Sunday, January 11, 2009
miss...
Apalah dayaku. Aku hanyalah maya baginya. Aku tak pernah ada di dekatnya. Aku tak nyata baginya. Ataukah dia yang tak nyata bagiku. Namun, kenyataanya memang tak begitu. Tak melihat, tak menyentuh....
Aku hanya merindukannya. Ternyata memang aku harus menunggu. Apakah aku memang dilahirkan untuk menunggu?? Bukan untuk mendapatkan?
Thursday, January 8, 2009
is the police hate a student?
setelah berkutat dengan ujian yang yah terbilang cukup melelahkan aku kembali harus didatangi oleh sekumpulan makhluk aneh yang menyebut dirinya sebagai penegak hukum. Siapa lagi kalo bukan polisi...
Yaks...daku kena tilang hari ini...Jalan itu jalan di depan terminal jombor jogja. karena rambu yang nyempil dan entah menghadap ke mana jadilah aku ngga tau kalo ada rambu di situ.
Well, pertama si polisi muda yang nilang gw. trus gantian si polisi yang lebih tua yang menghadapi gw. Layaknya orang yang bersalah dan akan menerima hukuman aku juga mencari pembelaan diri. Ternyata polisi itu juga punya batas kesabarannya masing2.. Si polisi gw rasa dah mulai marah ma gw.. Saat itu gw ga peduli, 'cuz mereka juga udah bikin gw marah siang itu.. Satu hal yang membuatku lebih muak di ruangan sempit itu, si polisi tua menanyaiku tentang hukum dan dia memberikan penerangan tentang hukum itu. Terlintas gw pengen jawab, orang hukum juga banyak yang ngelanggar hukum. Dari pada saya tau dan saya melanggar, lebih baik saya tidak tau dan saya tidak terlalu banyak tau tentang itu.
Akhirnya karena malas berlama-lama dan berdebat yang ga penting tentang hukum. Gw menerima surat tilang itu. Sidang tanggal 16 Januari 2009.
Satu ucapan yang gw ingat dari c polisi "biasanya mahasiswa kan mau tau"
Benar juga katanya "polisi kesel ma mahasiswa yang suka demo!"
Monday, January 5, 2009
Hariku Lalu
Ingatanku kembali pada salah satu tulisannku dimana aku membayangkan diriku menjadi orang lain. Dimana dalam tulisan itu aku hidup bahagia dengan adanya 2 orang kakak yang sangat berbeda karakter.. Sosok 2 orang itu ada, dan mereka memang seperti pelindungku.. Aku belajar dari mereka aku mengenali mereka dan pada akhirnya aku malu pada diriku sendiri..Ternyata selama ini aku belum cukup belajar.
Aku kembali merenungi yang terjadi beberapa hari ini..Ketika aku merasakan ada yang berbeda pada hari-hariku. Aku yang mulai belajar untuk memandang hidup dari sudut pandang yang berbeda. Aku yang mencoba untuk tidak terlalu serius. Lebih menikmati hidupku..
Saat aku mulai mencoba hal baru dan meninggalkan yang lama, seorang sahabatku menjegalku dengan berbagai keraguan dengan hal baruku. Aku hanya mencoba untuk tetap berjalan dengan adanya hal itu. Aku kembali pada diriku sendiri. Aku adalah aku. Aku bukan boneka, aku bukan siapa-siapa. Aku adalah aku yang akan terus mencoba hal baru.
Sepenggal Cerita
Ketika aku membaca satu tulisan lain, akhirnya aku tersadar bahwa ingatan bisa terlupakan. Dan tulisan adalah pengingatnya. Dan disini aku mencoba mengingat kembali apa yang telah aku lewati dan ku pe;ajari dalam hidupku, karena pada dasarnya hidup itu adalah belajar.
Saturday, December 13, 2008
Saatnya untuk Menjadi Dewasa
Peristiwa beberapa waktu yang lalu serasa membuatku malu akan apa yang kujalani. Aku bercermin dalam cermin yang baruk yang untungnya ku sadari. Aku melihat sisi lain sebuah peristiwa yang ku alami.
Pada saat itu aku hanya bisa diam dan melihat yang terjadi. Kemudian aku memikirkannya betapa tidak bijaknya hal itu. Tapi sikapku pun tidak banyak membantu. peristiwa itu telah terjadi, satu oran telah tercoreng, dan dipermalukan. Aku merasa serba salah dengan sikap yang ditentukan. Bermuka dua, itu adalah kata-kata yang sangat tepat untukku. Aku melihat walaupun hatiku meronta.
Mungkin sudah saatnya aku menjadi dewasa. ditambah lagi suara kecil di telingaku selalu membisikkan akan datangnya hari baru yang menambah usiaku. Semakin hari aku merasa dituntut untuk semakin dewasa. Namun, disisi lain, sisi keegoisanku menentangnya.
Orang bilang pertarungan dalam diri itu adalah pertempuran yang paling hebat. Pertempuran untuk mengalahkan diri sendiri. Dan konon orang besar lahir dari kemampuan dirinya untuk melawan keegoisannya.